Polres Lamongan bekerja sama dengan RS Muhammadiyah Lamongan (RSML) menggelar pelatihan penjaga perlintasan kereta api, Rabu (4/3/2026). Hal ini sebagai upaya meminimalisir korban kecelakaan di perlintasan sebidang kereta api yang masih terjadi.
Pelatihan intensif bertajuk “Pelatihan Penjaga Perlintasan Kereta Api: Guna Meminimalisir Terjadinya Kecelakaan di Perlintasan Sebidang”. Acara ini dihadiri oleh Dishub Lamongan, Kasat lantas Polres Lamongan, Petugas Jasa raharja, dan Petugas penjaga pintu rel kereta se Kabupaten Lamongan.
Dalam kesempatan tersebut, Karsim, S. Kep Ns. Perwakilan dari Tim MDMC RSML menyampaikan harapannya dalam acara ini,
”Keselamatan bukan hanya soal teknis palang pintu, tapi juga kesiapan personel dalam menghadapi situasi tak terduga. Kerja sama dengan RSML ini memastikan bahwa jika terjadi insiden, penanganan awal yang tepat sudah tersedia di tempat,” ujarnya.
Melalui pelatihan ini, diharapkan para petugas memiliki kepercayaan diri yang lebih tinggi dalam menjalankan tugas berat mereka menjaga keselamatan nyawa masyarakat setiap harinya.
Salah satu materi krusial yang diberikan oleh tim medis dari RSML adalah pemahaman mengenai The Golden Hour—yaitu periode kritis satu jam pertama setelah kecelakaan terjadi.
Peserta mendapatkan bekal Pelatihan BHD (Bantuan Hidup Dasar). Para penjaga perlintasan diajarkan teknik resusitasi jantung paru (RJP) serta cara menangani korban trauma/patah tulang di lokasi kejadian.
Dalam kesempatan ini juga, RSML juga mempromosikan Aplikasi Panic Button RSML guna menunjang percepatan dalam pengambilan korban kecelakaan lalu lintas
Selain aspek medis, pelatihan ini juga menekankan pada kedisiplinan operasional. Mengingat tingginya volume kendaraan di perlintasan sebidang, penjaga perlintasan adalah garda terdepan dalam mencegah tragedi. (ghulamin halim)
