Momen Liburan, Jasad Bersama Namun Jiwa Tiada

Momen Liburan, Jasad Bersama Namun Jiwa Tiada
*) Oleh : Imam Sapari, S.HI, M.Pd.I
Ketua Majelis Tabligh PDM Surabaya dan Kepala SMP Muhammadiyah 7 Surabaya
www.majelistabligh.id -

Saat tulisan ini dibuat adalah di saat itulah kami akan berlibur bersama keluarga beberapa hari ini. Liburan sering kali dianggap sebagai waktu terbaik untuk membayar hutang waktu dan perhatian kepada anak. Namun banyak orang tua yang terjebak dalam jebakan kehadiran semu.

Kita mungkin berada di tempat wisata yang indah atau duduk bersama di ruang tamu namun pikiran kita sedang berkelana ke urusan kantor, organisasi, komunitas atau asyik dengan dunia maya (gadget atau medsos) kita. Inilah kondisi di mana raga kita ada tapi batin kita absen sepenuhnya dari hadapan anak.

Dalam ajaran Islam anak adalah amanah yang harus dijaga dengan penuh perhatian. Allah SWT berfirman dalam Surah At-Tahrim ayat 6 tentang kewajiban menjaga keluarga.
…يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا
Artinya “Wahai orang-orang yang beriman peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka…”

Menjaga keluarga dari api neraka bukan hanya soal memberi nasihat agama tapi juga soal membangun kedekatan batin, spirit nilai islam juga perhatian agar mereka merasa dicintai dan berharga di mata orang tuanya.

Ponsel yang Menjadi Penghalang Utama
Kesalahan paling sering saat liburan adalah ketika tangan kita lebih sering memegang ponsel daripada menggenggam tangan anak. Kita lebih sibuk mengambil foto demi konten dan status di dunia maya bahkan lupa menatap mata anak dengan perhatian dan tulus penuh makna. Hal ini membuat anak merasa bahwa mereka hanyalah pelengkap dalam skenario liburan kita.

Rasulullah SAW memberikan teladan tentang cara memberikan perhatian yang utuh kepada lawan bicara. Beliau tidak pernah memalingkan wajah sebelum urusan selesai. Dalam sebuah hadis disebutkan
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رضي الله عنه قَالَ: “كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا اسْتَقْبَلَهُ الرَّجُلُ فَصَافَحَهُ، لَمْ يَنْزِعْ يَدَهُ مِنْ يَدِهِ حَتَّى يَكُونَ الرَّجُلُ هُوَ الَّذِي يَنْزِعُ يَدَهُ، وَلَا يَصْرِفُ وَجْهَهُ عَنْ وَجْهِهِ حَتَّى يَكُونَ الرَّجُلُ هُوَ الَّذِي يَصْرِفُ وَجْهَهُ عَنْ وَجْهِهِ، وَلَمْ يُرَ مُقَدِّمًا رُكْبَتَيْهِ بَيْنَ يَدَيْ جَلِيسٍ لَهُ.”
Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: “Adalah Nabi ﷺ apabila seseorang menyambut beliau lalu menjabat tangannya, beliau tidak akan melepaskan tangan beliau dari tangan orang tersebut sampai orang itulah yang melepaskan tangannya terlebih dahulu. Beliau tidak memalingkan wajahnya dari wajah orang tersebut sampai orang itulah yang memalingkan wajahnya terlebih dahulu. Dan tidak pernah terlihat beliau menonjolkan lututnya (duduk lebih tinggi atau tidak sopan) di hadapan orang yang duduk bersama beliau.” (Sunan Ibnu Majah: No. 3716).

Jika kepada orang lain saja beliau begitu menghargai maka anak-anak kita jauh lebih berhak mendapatkan kehadiran jiwa kita yang utuh.

Tips Liburan Penuh Makna Bersama Keluarga
Agar liburan kali ini benar-benar membekas di hati dan menguatkan ikatan batin berikut adalah beberapa langkah praktis yang bisa Anda lakukan;

1. Libatkan Anak dalam Perencanaan
Ajak anak berdiskusi tentang tempat yang ingin dikunjungi atau aktivitas yang ingin dilakukan. Saat pendapat mereka didengar anak akan merasa sangat dihargai dan lebih antusias menjalani liburan.

2. Tetapkan Waktu Tanpa Gadget
Buatlah kesepakatan bersama untuk menyimpan ponsel pada jam-jam tertentu misalnya saat makan bersama atau saat aktivitas inti. Fokuslah pada obrolan dan tawa di dunia nyata bukan di layar kaca.

3. Ciptakan Ritual Kecil yang Unik
Buatlah kebiasaan seru yang hanya dilakukan saat liburan seperti membaca buku bersama sebelum tidur di hotel atau bermain tebak-tebakan saat di perjalanan. Hal-hal sederhana ini sering kali menjadi kenangan yang paling diingat anak.

4. Mendengar Cerita Mereka dengan Hati
Tanyakan apa yang paling mereka sukai hari itu dan dengarkan dengan sungguh-sungguh tanpa menghakimi. Biarkan mereka merasa bahwa cerita mereka adalah hal terpenting bagi Anda.

5. Fokus pada Proses Bukan Hasil
Jangan terlalu stres jika rencana perjalanan meleset atau cuaca tidak mendukung. Nikmati saja prosesnya karena yang paling berharga bagi anak adalah kehadiran Anda yang tenang dan bahagia di samping mereka.

6. Berikan Sentuhan Kasih Sayang
Gunakan momen santai untuk memeluk atau mengusap kepala anak sebagai bentuk kehadiran batin yang nyata. Rasulullah SAW mengingatkan pentingnya kasih sayang dalam sebuah hadis
مَنْ لَا يَرْحَمُ لَا يُرْحَمُ
Barangsiapa yang tidak menyayangi maka dia tidak akan disayangi (HR. Bukhari N0. 6013).

Penutup
Liburan akan segera berakhir namun kenangan tentang perhatian Anda akan melekat seumur hidup di hati anak. Jangan biarkan mereka merasa kesepian di tengah keramaian bersama orang tuanya. Pastikan saat jasad Anda ada di sana. Jiwa Anda pun hadir sepenuhnya untuk mereka. (*)

 

 

Tinggalkan Balasan

Search