MPKSDI PDM Kota Malang Dorong Kaderisasi Fungsional Profesional

MPKSDI PDM Kota Malang Dorong Kaderisasi Fungsional Profesional
www.majelistabligh.id -

Majelis Pendidikan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Malang menyelenggarakan Workshop Penyiapan Kader Fungsional Muhammadiyah Berbasis Profesionalisme Lintas Bidang pada Ahad (28/12/2025) di Aula PDM Kota Malang. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya strategis dalam memperkuat sistem kaderisasi Muhammadiyah yang berkelanjutan dan responsif terhadap perkembangan masyarakat serta dinamika Amal Usaha Muhammadiyah (AUM).

Workshop ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan Muhammadiyah akan kader fungsional yang tidak hanya memiliki komitmen ideologis, tetapi juga kompetensi profesional sesuai bidang pengabdian. Perkembangan dan kompleksitas AUM—baik di bidang pendidikan, dakwah, ekonomi, kesehatan, maupun tata kelola kelembagaan—menuntut hadirnya sumber daya manusia yang mampu berperan secara efektif, adaptif, dan berkelanjutan.

Dalam konteks tersebut, isu regenerasi dan penyiapan kader fungsional menjadi agenda strategis Persyarikatan. MPKSDI PDM Kota Malang memandang bahwa perkaderan Muhammadiyah perlu dirancang secara terstruktur, sistematis, dan berbasis profesionalisme. Workshop ini menjadi langkah awal dalam menyiapkan kader yang memiliki kapasitas fungsional serta kesiapan berkontribusi sesuai bidang masing-masing.

Ketua MPKSDI PDM Kota Malang, Anwar Mansyur menegaskan, kaderisasi fungsional merupakan kebutuhan mendesak Muhammadiyah di tengah dinamika masyarakat yang terus berubah. Menurutnya, kader Muhammadiyah hari ini tidak cukup hanya kuat secara ideologis, tetapi juga harus memiliki kompetensi profesional dan kepekaan sosial.

“Muhammadiyah membutuhkan kader yang mampu membaca kebutuhan masyarakat dan menjawab tantangan Amal Usaha Muhammadiyah secara nyata. Karena itu, perkaderan harus disusun secara terencana, berbasis kompetensi, dan berorientasi pada pengabdian,” ujar Anwar.

Ia menambahkan, workshop ini tidak berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan menjadi pintu masuk pembinaan kader berkelanjutan melalui skema Muhammadiyah Training Center (MTC).

“Workshop ini adalah entry point. Setelah ini, kader akan dipetakan sesuai minat dan potensinya, lalu dibina secara berkelanjutan agar benar-benar siap berkontribusi di bidang masing-masing,” jelasnya.

Kegiatan ini bertujuan menyiapkan kader fungsional Muhammadiyah yang profesional, berintegritas, dan mampu berperan lintas bidang. Secara khusus, workshop diarahkan untuk memberikan pemahaman konseptual tentang perkaderan fungsional Muhammadiyah, menumbuhkan kesadaran ideologis kader terhadap peran strategis AUM, membekali kompetensi dasar profesional sesuai bidang, serta membangun jejaring kader lintas sektor di lingkungan PDM Kota Malang.

Peserta workshop berasal dari unsur strategis Persyarikatan, meliputi pimpinan dan kader potensial Organisasi Otonom Angkatan Muda Muhammadiyah—IPM, Hizbul Wathan, Tapak Suci, IMM, Pemuda Muhammadiyah, dan Nasyiatul ‘Aisyiyah—serta pimpinan majelis, lembaga, dan Amal Usaha Muhammadiyah. Keterlibatan berbagai unsur ini diharapkan memperkuat sinergi pembinaan sumber daya manusia di lingkungan Persyarikatan.

Sebagai hasil langsung dari workshop, peserta dipetakan ke dalam kelas kader berbasis bidang sesuai minat, potensi, dan kebutuhan pengembangan, yaitu Kelas Kader Pendidikan Muhammadiyah, Kelas Kader Dakwah dan Kajian Keislaman, Kelas Kader Ekonomi dan Kewirausahaan, Kelas Kader Kesehatan Muhammadiyah, serta Kelas Kader Administrasi dan Tata Kelola Amal Usaha Muhammadiyah. Pemetaan ini menjadi dasar pembinaan kader secara lebih terarah dan berkelanjutan.

Pembentukan kelas kader tersebut terintegrasi dalam skema Muhammadiyah Training Center (MTC) yang dirancang sebagai pusat pelatihan dan pembinaan kader fungsional Muhammadiyah. Kurikulum perkaderan MTC disusun secara ringkas namun aplikatif, dengan menekankan keseimbangan antara penguatan ideologi, peningkatan kompetensi profesional, dan pengalaman praktik lapangan.

Secara bertahap, kurikulum mencakup orientasi ideologi dan perkaderan fungsional, pemetaan minat dan kompetensi kader, pembelajaran berbasis praktik melalui observasi lapangan, studi kasus, simulasi peran, dan proyek mini sesuai bidang, hingga penugasan dan pendampingan kader. Proses ini ditutup dengan evaluasi dan refleksi capaian sebagai dasar pengembangan lanjutan kader di lingkungan Persyarikatan.

Melalui pelaksanaan workshop dan implementasi kurikulum perkaderan ini, MPKSDI PDM Kota Malang menegaskan komitmennya untuk memperkuat kaderisasi Muhammadiyah yang profesional, berdaya saing, dan berakar pada nilai-nilai Persyarikatan, guna mendukung pengembangan potensi kader agar mampu berkontribusi secara nyata bagi masyarakat sekitar, sekaligus mendorong kemajuan dan penguatan Amal Usaha Muhammadiyah yang responsif terhadap perkembangan masyarakat dan dinamika AUM di Kota Malang. (m barqus salam)

 

Tinggalkan Balasan

Search