Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Tulungagung menggelar Baitul Arqam yang dibuka secara resmi dibuka Sabtu (22/11/2025). Kegiatan ini mengusung tema “Membumikan Gerakan Kaderisasi: Dari Ideologi ke Aksi.”
Ketua pelaksana, Hasan dalam sambutannya menyampaikan, jalannya organisasi ditentukan oleh kuatnya sistem perkaderan. “Ketika perkaderan itu jalan maka organisasi itu ikut jalan,” ujarnya.

Hasan menganalogikan proses kaderisasi seperti joglo yang ditopang empat soko guru. “Empat modal utama kader itu Integritas, Kapasitas, Loyalitas, dan Kontribusi,” jelasnya.
Ia menambahkan, dalam Muhammadiyah, kehidupan berorganisasi berpijak pada prinsip darul ahdi wasy-syahadah. Tagline kegiatan ini adalah ‘Kader Utuh dan Tumbuh’.
Acara dibuka secara resmi oleh Ketua PDM Tulungagung, Drs. Arif Sudjono Pribadi. Dalam arahannya, ia menegaskan membawa amanah dalam Muhammadiyah bukanlah hal yang ringan.
“Memikul beban Muhammadiyah itu sulit,” tutur Arif. Karena itu, menurutnya, pengembangan sumber daya manusia menjadi sangat penting agar kader mampu menjalankan dakwah dengan efektif.
Ia mengajak peserta untuk menjadi mubaligh yang ikhlas, bukan yang mengejar ketenaran dan bayaran. “Sampaikan kebenaran dengan tulus. Jangan menjadi mubaligh yang hanya mencari popularitas,” pesannya.
Arif juga menekankan pentingnya memperdalam Dasar-Dasar Ilmu Ushul Fiqh sebagai fondasi pemikiran kader persyarikatan.
Kegiatan Baitul Arqam ini menghadirkan pemateri diantaranya Wakil Ketua PDM Kota Batu Dr Nurbani Yusuf, MSi. Kegiatan inii diharapkan mampu memperkuat ideologi, karakter, dan kompetensi kader Muhammadiyah di Tulungagung sehingga semakin siap berkontribusi dalam amal usaha dan gerakan dakwah. (muhammad khoirun nizam)
