Saat muda, ia kuat.
Tubuhnya gagah, pikirannya tajam, langkahnya cepat.
Ia berkata;
“Aku masih panjang. Aku bebas berbuat apa saja.”
“Tua? Itu urusan nanti.”
Di puncak kekuatannya, ia lupa…
Bahwa waktu tak pernah berhenti
Tahun demi tahun bergulir…
Kekuatan itu perlahan terkikis…
Mata mulai rabun, tubuh mulai rapuh.
Saat sakit datang bertubi-tubi,
Saat tongkat menggantikan langkah,
Ia sering ingat masa mudanya.
Tapi sudah terlambat…
Terdengar suara;
“Dulu kau sombong karena muda,
Tapi kau lupa…
Kematian tidak memilih usia.”
“Manfaatkan lima perkara sebelum lima perkara, 1)masa mudamu sebelum masa tuamu, 2) masa sehatmu sebelum masa sakitmu, 3) masa kayamu sebelum masa miskinmu, 4) masa luangmu sebelum masa sibukmu, 5) masa hidupmu sebelum masa kematianmu…” (HR Ibnu Abi ad-Dunya, Al-Hakim no 7846 dan Al-Baihaqi no 10248)
Masa muda bukan untuk disombongkan…
Tapi untuk ditanam amal sebelum tubuh tak mampu lagi beramal.
Semoga bermanfaat.
