Muhammadiyah Bergerak Cepat Bantu Korban Banjir di Bali, LAZISMU Jatim Salurkan Bantuan

Muhammadiyah Bergerak Cepat Bantu Korban Banjir di Bali, LAZISMU Jatim Salurkan Bantuan
www.majelistabligh.id -

Banjir besar yang melanda beberapa wilayah di Bali, khususnya Kota Denpasar, Kabupaten Tabanan, dan Jembrana, telah mengundang simpati dari berbagai pihak, termasuk Muhammadiyah. Curah hujan tinggi yang terjadi menyebabkan banjir hebat yang menelan korban jiwa sebanyak 18 orang, beberapa dinyatakan hilang, dan ratusan warga terpaksa mengungsi.

Selain kerusakan parah pada rumah warga, sejumlah fasilitas umum juga turut terdampak. Kerugian material diperkirakan mencapai ratusan miliar rupiah.

Menanggapi bencana ini, Muhammadiyah Wilayah Bali bergerak cepat dengan membuka Posko Peduli Banjir yang berlokasi di Jl. Imam Bonjol, Kota Denpasar, tepatnya di Gedung PWM Bali yang juga merupakan gedung SD Muhammadiyah Denpasar.

Posko ini dikelola oleh Lembaga Resiliensi Bencana Muhammadiyah (LRB) atau Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), dan didukung oleh Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Sedekah Muhammadiyah (LAZISMU) serta organisasi otonom Muhammadiyah di wilayah Bali.

Puluhan relawan dari Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Bali turut ambil bagian, bergerak secara terorganisir untuk membantu penanganan bencana. Mereka terlibat dalam kegiatan penggalangan bantuan, asesmen kebutuhan, pendistribusian logistik, hingga pembersihan area terdampak banjir. Momen ini juga menjadi sarana pembelajaran bagi generasi muda Muhammadiyah untuk tumbuh sebagai Muslim yang peduli dan tanggap terhadap musibah kemanusiaan.

Tidak hanya dari Bali, kepedulian juga datang dari LAZISMU Jawa Timur yang langsung merespons bencana ini sebagai bentuk solidaritas antarwilayah. LAZISMU Jatim menggerakkan seluruh kantor daerah dan kantor layanan untuk menggalang bantuan, baik berupa dana maupun barang kebutuhan pokok.

Sebagai langkah awal, tim yang dipimpin oleh Achmad Saifu, anggota Badan Pengurus LAZISMU Jatim untuk program kebencanaan dan layanan ambulans, berangkat ke Bali dengan membawa bantuan senilai Rp 50 juta.

“Kami mengunjungi sejumlah lokasi, kunjungan pertama adalah Panti Asuhan LKSA Muhammadiyah di Kota Negara, Kabupaten Jembrana, Ahad (14/09/25),” jelasnya.

Panti Asuhan ini menjadi tempat pengasuhan anak-anak yatim dan dhuafa Muslim, sekaligus pusat syiar dakwah sosial di Kabupaten Jembrana—wilayah yang penduduk Muslimnya mencapai sekitar 25% dari total populasi, yang mayoritas beragama Hindu Bali.

“Di Panti Asuhan Muhammadiyah Jembrana ini, tim LAZISMU Jatim menyerahkan bantuan berupa sembako, sarung, baju koko anak, dan 120 kaleng RendangMu yang merupakan produk Qurban Kemasan LAZISMU Jatim,” tambah Achmad.

Setelah melakukan asesmen, LAZISMU Jatim juga memutuskan untuk melakukan penggalangan dana khusus guna memperbaiki atap gedung panti asuhan yang rusak akibat banjir. Perbaikan sarana ini menjadi prioritas dalam tahapan rehabilitasi pascabencana.

Kunjungan ke Posko Muhammadiyah Denpasar

Sasaran kunjungan kedua tim LAZISMU Jatim adalah Posko Muhammadiyah Peduli Banjir di PWM Bali, Jl. Imam Bonjol, Kota Denpasar. Di lokasi ini, tim menyalurkan bantuan berupa 300 botol minyak goreng, obat-obatan ringan, dan 720 kaleng RendangMu.

Semua bantuan yang dibawa merupakan amanah dari para donatur, dermawan, dan insan baik yang telah menunaikan zakat, infaq, dan sedekahnya melalui LAZISMU,” tegas Achmad Saifu.

Tak hanya menyerahkan bantuan, tim LAZISMU Jatim juga melakukan diskusi bersama para relawan MDMC Bali untuk menyusun strategi penanganan lanjutan. Komitmen bantuan berkelanjutan pun disampaikan, tergantung hasil penggalangan dana hingga akhir bulan.

Kunjungan ke Bali, selain untuk menyalurkan bantuan dan mempererat tali silaturrahim, juga untuk menguatkan jalinan kerja sama dan sinergi aksi-aksi kemanusiaan di tanah air,” ujar Achmad.

Ia pun menegaskan semangat inklusif Muhammadiyah dalam misi kemanusiaan: “Kami berharap dengan sinergi antar lini internal ini dapat menguatkan peran dan kiprah dakwah inklusif Muhammadiyah bagi semua kalangan yang lebih luas. Dengan moto ‘Memberi untuk Negeri’, LAZISMU siap bekerja sama dan bersinergi dengan berbagai kalangan tanpa memandang latar belakang agama dan suku untuk aksi-aksi kemanusiaan,” pungkasnya. (adityo yudono)

Tinggalkan Balasan

Search