Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PP Muhammadiyah memperkuat sinergi dengan Pos Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P4MI) Cirebon guna mengantisipasi maraknya Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) serta risiko migrasi non-prosedural.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui sosialisasi dan edukasi perlindungan hukum pekerja migran yang digelar di Saung PMI Center, Desa Muara, Kabupaten Cirebon, Ahad (11/10/2026).
Koordinator Program Desa Migran Berkemajuan, Muhammad Fajrus Shodiq, menjelaskan bahwa forum edukasi ini dirancang untuk membekali masyarakat dengan literasi migrasi kerja yang aman, terprosedur, dan bermartabat.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari pendampingan Program Desa Migran Berkemajuan bersama Komunitas Sahabat Migran Berkemajuan (SaranMu). Keberadaan Saung PMI Center di Desa Muara kami proyeksikan sebagai pusat edukasi, layanan informasi, serta ruang rujukan awal bagi calon pekerja migran beserta keluarganya,” terang Fajrus.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Divisi Advokasi dan Kebijakan MPM PP Muhammadiyah, Himawan Dwiatmodjo, menyoroti tingginya kerentanan hukum yang membayangi pekerja migran ilegal, mulai dari eksploitasi hingga ancaman TPPO. Ia mengingatkan warga agar tidak tergiur tawaran kerja instan berbiaya murah yang berisiko tinggi.
“Perlindungan pekerja migran harus dibangun secara holistik sejak sebelum berangkat, saat bekerja di negara penempatan, hingga kembali ke tanah air. Pemahaman hukum dan sistem kewaspadaan berbasis desa adalah kunci utama memutus rantai TPPO,” tegas Himawan.
Sebagai pemateri utama, Perwakilan P4MI Cirebon, Agus Gustapul Supyan, memaparkan pentingnya menempuh prosedur resmi. Tahapan tersebut mencakup verifikasi dokumen penempatan hingga pemilihan Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) terdaftar guna menghindarkan warga dari penipuan dan jeratan utang.
Pelatihan yang diikuti sekitar 35 peserta—terdiri dari keluarga pekerja migran, purna pekerja migran, fasilitator desa, dan anggota SaranMu—ini diisi dengan studi kasus, simulasi verifikasi lowongan kerja, serta pemahaman mekanisme pengaduan resmi. Melalui kolaborasi ini, Desa Muara diharapkan tumbuh menjadi pelopor Desa Migran Berkemajuan yang aman, mandiri, dan berdaya. (*/tim)
