Lembaga Pengembangan Cabang, Ranting, dan Pembinaan Masjid (LPCRPM) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menegaskan pentingnya kemandirian ekonomi bagi Cabang, Ranting, dan Masjid (CRM). Penguatan unit usaha mandiri dinilai menjadi kunci agar dakwah Persyarikatan tidak bergantung pada bantuan luar, sekaligus mampu menopang pelayanan masyarakat secara berkelanjutan.
Hal tersebut disampaikan Ketua LPCRPM PP Muhammadiyah, Jamaludin Ahmad, S.Psi., Psikolog, saat menutup Workshop Amal Usaha Ekonomi dan Sociopreneurship di SMA Muhammadiyah 1 Ponorogo, Ahad (1/11/2026).
Dalam arahannya, Jamaludin menyoroti bahwa penguatan ekonomi bukan sekadar berfokus pada pencarian keuntungan finansial, melainkan sarana mendekatkan masyarakat pada kesejahteraan. Oleh karena itu, CRM diinstruksikan menjadi ujung tombak dakwah riil melalui pengembangan unit usaha produktif.
Ia pun meneladani rekam jejak perjuangan Rasulullah saw dan pendiri Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan. Menurutnya, keberhasilan dakwah sepanjang sejarah selalu disokong oleh sinergi antara pemuda progresif, kapasitas intelektual, dan ketahanan ekonomi para saudagar.
“Dakwah Muhammadiyah akan jauh lebih kokoh apabila ada perpaduan antara jiwa muda yang progresif, kecerdasan, dan kekuatan ekonomi. Ketiganya adalah modal utama untuk menggerakkan Persyarikatan,” tegas Jamaludin.
Dari hasil workshop tersebut, LPCRPM merumuskan sejumlah langkah strategis untuk membangun kemandirian ekonomi basis, antara lain:
- Pembentukan Jamaah Swadaya Muhammadiyah untuk mendorong keberdayaan warga secara mandiri.
- Konsolidasi Potensi Konsumsi Warga, memastikan kebutuhan anggota dipenuhi dari produk/usaha internal.
- Pemberdayaan UMKM dan Penumbuhan Usaha Mikro di tiap Ranting dan Masjid.
- Pengembangan Model Usaha Holding untuk mengintegrasikan potensi bisnis.
- Optimalisasi Sinergi Antar-Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) dalam hal permodalan dan jejaring pasar.
Jamaludin berharap poin-poin kesepakatan tersebut tidak berhenti dalam bentuk dokumen diskusi, melainkan segera dieksekusi menjadi program aksi di lapangan. Dengan tata kelola ekonomi yang terencana dan kolaboratif, unit CRM diharapkan dapat tumbuh mandiri, produktif, serta menjadi pilar utama dakwah Islam Berkemajuan. (*/tim)
