Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Timur menyalurkan sebanyak 4.000 bibit tanaman buah kepada Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sangkulirang, Kabupaten Kutai Timur. Kegiatan ini berlangsung di Pondok Pesantren At Tanwir Sangkulirang pada Ahad (8/2/2026), sebagai bagian dari program pemberdayaan masyarakat dan penguatan ketahanan pangan berbasis jamaah.
Penyerahan bibit dilakukan langsung oleh Wakil Ketua PWM Kaltim yang membidangi MPM, Akhmad Sobyan Herman, SE, MSi, MH didampingi Sekretaris MPM PWM Kaltim, Dr. M. Risal, SE, MSi. Bibit tersebut diterima oleh Ketua PCM Sangkulirang sekaligus pimpinan Pondok Pesantren At Tanwir, Kyai Hasyim Abdullah, bersama pengurus cabang, Kelompok Jamaah Tani Muhammadiyah (JATAM), serta disaksikan Camat Sangkulirang dan anggota DPRD Kabupaten Kutai Timur.
Sekretaris MPM PWM Kaltim, Dr. M. Risal menjelaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari program strategis MPM dalam mendorong ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, bantuan bibit ini merupakan tahap awal dari rangkaian program pemberdayaan yang akan terus dikembangkan.
“Program ini tidak berhenti pada penyerahan bibit saja. Ke depan, MPM PWM Kaltim akan mengembangkan program pendampingan yang berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia petani, agar hasil pertanian lebih produktif, berkualitas, dan memiliki nilai ekonomi,” ujar Risal.

Ia merinci, total 4.000 bibit yang disalurkan terdiri atas 500 batang durian, 500 mangga, 500 jambu kristal, 500 jambu air, 500 pohon pete, 500 sirsak, dan 1.000 batang cempedak. Bibit tersebut akan ditanam dan dikelola oleh Kelompok Tani Thoibah binaan PCM Sangkulirang.
Dalam sambutannya, Akhmad Sobyan Herman menegaskan bahwa penyerahan bibit buah ini bukan sekadar bantuan sesaat, melainkan investasi jangka panjang bagi masyarakat. Ia berharap bibit tersebut dirawat dengan penuh tanggung jawab agar kelak memberikan manfaat ekonomi dan ekologis.
“Ini bukan hanya soal menanam pohon, tetapi menanam harapan. Pohon-pohon ini insyaAllah akan memberi manfaat bagi petani, keluarga, dan masyarakat sekitar, bahkan bagi generasi yang akan datang,” ungkapnya.
Penanaman simbolis yang dilakukan di lingkungan Pondok Pesantren At Tanwir juga memiliki makna edukatif. Menurut Sobyan, pesantren merupakan tempat strategis untuk menanamkan nilai kepedulian lingkungan kepada para santri sebagai bagian dari ajaran Islam.
Sementara itu, Ketua PCM Sangkulirang, Kyai Hasyim Abdullah, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan MPM PWM Kaltim. Ia menyebut bantuan bibit ini sangat bermanfaat bagi pesantren dan warga Muhammadiyah di Sangkulirang.
“Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan ini. InsyaAllah akan kami manfaatkan sebaik-baiknya, tidak hanya untuk pesantren, tetapi juga untuk penguatan ekonomi jamaah PCM Sangkulirang,” katanya.
Melalui program ini, Muhammadiyah Kaltim menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat dengan program-program nyata yang menyentuh kebutuhan dasar umat, khususnya di bidang pangan dan ekonomi produktif.(ay.1- kontributor Kaltim)
