Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Prof. Sukadiono, menyampaikan kecaman keras terhadap serangan brutal yang dilancarkan oleh militer Israel. Ia menilai tindakan tersebut bukan hanya melanggar hukum internasional, tetapi juga merupakan bentuk nyata dari kebiadaban yang melukai nilai-nilai kemanusiaan.
“Israel telah berulang kali melakukan agresi yang menelan banyak korban sipil, termasuk perempuan dan anak-anak. Kini, dengan menyerang Qatar, mereka semakin menunjukkan arogansi dan mengabaikan tatanan dunia,” ujarnya pada Sabtu (13/9/2025).
Prof. Sukadiono menegaskan bahwa Muhammadiyah Jawa Timur berdiri kokoh bersama rakyat Palestina dan masyarakat dunia yang menyerukan agar kekerasan segera dihentikan. Ia berpendapat bahwa serangan ini hanya akan memperburuk penderitaan rakyat Gaza dan memperlebar eskalasi konflik di Timur Tengah.
“Ini jelas tidak bisa ditoleransi. Dunia internasional harus segera bertindak nyata, tidak sekadar mengutuk,” tegasnya.
Baca juga: Lazismu Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Pengungsi Palestina di Yordania
Selain itu, ia juga memberikan dukungan penuh terhadap rencana kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Darurat di Qatar. Prof. Sukadiono memandang langkah tersebut sebagai wujud nyata diplomasi aktif Indonesia di kancah global.
“Kami mengapresiasi langkah Presiden Prabowo yang dengan cepat merespons situasi ini. Kehadiran beliau di KTT Darurat sangat penting untuk menyuarakan kepentingan kemanusiaan, sekaligus menunjukkan konsistensi Indonesia dalam menolak penjajahan,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia mendorong pemerintah Indonesia agar memanfaatkan momentum KTT Darurat sebagai langkah konkret dalam menghentikan agresi militer Israel.
“Indonesia punya posisi strategis di dunia Islam dan Asia Tenggara. Ini kesempatan besar untuk memperkuat solidaritas internasional membela Palestina dan mendesak gencatan senjata segera,” tambahnya.
Di akhir pernyataannya, Prof. Sukadiono mengajak seluruh warga Muhammadiyah serta masyarakat umum untuk terus menunjukkan kepedulian terhadap Palestina, baik melalui doa, dukungan moral, maupun bantuan materiil.
“Setiap bantuan, doa, dan kepedulian yang kita berikan adalah bukti nyata bahwa kita tidak tinggal diam menghadapi kezaliman,” pungkasnya. (*/tim)
