Muhammadiyah kembali menegaskan perannya sebagai gerakan dakwah yang berkemajuan dengan membuka sayap Amal Usaha di bidang konstruksi. Hal tersebut ditandai dengan kehadiran pimpinan Persyarikatan dalam acara Milad ke-10 sekaligus Kick Off Pembangunan Gedung PT. Mentari Prima Niaga (MPN) yang digelar pada Jum’at (30/1). Momentum ini menjadi penanda penting bahwa dakwah Muhammadiyah terus bertransformasi mengikuti perkembangan zaman.
Dalam sambutannya, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Haedar Nashir menegaskan bahwa aktivitas ekonomi merupakan bagian tak terpisahkan dari dakwah Muhammadiyah.
“Sejak awal berdiri, Muhammadiyah tidak pernah memisahkan dakwah dari kemandirian ekonomi. Lini usaha yang dikembangkan menjadi penyangga utama gerakan dakwah Persyarikatan hingga hari ini,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, pada fase awal, aktivitas kewirausahaan Muhammadiyah banyak dijalankan secara individual oleh para tokoh dan kader. Namun seiring perkembangan organisasi, pendekatan tersebut mengalami transformasi. “Hari ini, semangat itu kita kelola secara kolektif dan melembaga melalui Amal Usaha Muhammadiyah agar lebih profesional, akuntabel, dan berdampak luas,” tambahnya.
Kehadiran PT. Mentari Prima Niaga sebagai perusahaan konstruksi milik Persyarikatan dinilai strategis dan visioner. Menurutnya, sektor konstruksi memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan fisik, baik untuk kebutuhan internal Muhammadiyah maupun kepentingan masyarakat luas.
“Ini bukan semata bisnis, tetapi bagian dari ikhtiar dakwah melalui pembangunan,”tegasnya.
Meski terus menunjukkan perkembangan positif, PT. MPN diingatkan agar tidak cepat berpuas diri. Dunia usaha yang dinamis menuntut pembelajaran berkelanjutan serta peningkatan kualitas manajemen dan sumber daya manusia. “Perusahaan ini harus terus tumbuh, berinovasi, dan menjaga integritas,” ujarnya.
Lebih lanjut disampaikan bahwa semangat tersebut sejalan dengan nilai dasar Muhammadiyah, yakni mujahadah. “Mujahadah adalah ciri gerakan kita—terus bersungguh-sungguh memperbaiki diri, tidak berhenti pada capaian hari ini,” tuturnya. Nilai ini diharapkan menjadi ruh dalam pengelolaan PT. MPN ke depan.
Dengan bertambahnya Amal Usaha di sektor konstruksi, Muhammadiyah diharapkan semakin kokoh secara ekonomi dan luas dalam jangkauan dakwahnya. Langkah ini menjadi bukti bahwa dakwah Muhammadiyah tidak hanya hadir dalam mimbar dan pendidikan, tetapi juga melalui kerja-kerja profesional yang memberi manfaat nyata bagi umat dan bangsa. (m roissudin)
