Muhammadiyah Perkuat Dai Anti Narkoba

www.majelistabligh.id -

Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur mengukuhkan 120 Duta Dai Anti Narkoba dalam Training of Facilitator (TOF) di Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSURA), Sabtu (3/10/2026).

Langkah ini menjadi strategi baru Muhammadiyah untuk memperkuat benteng pencegahan narkotika berbasis komunitas di tengah maraknya modus peredaran modern, seperti penyalahgunaan rokok elektrik (vape).

Ketua LDK Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Muchamad Arifin, menegaskan bahwa dakwah pencegahan narkoba tidak lagi bisa mengandalkan pola-pola lama. Menurutnya, pola peredaran narkotika saat ini makin masif dan menyusup ke berbagai ruang kehidupan generasi muda.

“Dai harus mampu membaca perubahan zaman. Jangan sampai kita masih berbicara dengan cara lama, sementara modus penyalahgunaan narkoba sudah jauh berkembang,” ujar Arifin saat menyampaikan materi peta persebaran dan data kasus narkotika nasional.

Arifin secara khusus menyoroti ancaman penyusupan bahan berbahaya melalui vape. Fenomena ini menjadi bukti nyata bahwa pendekatan dakwah harus diperbarui secara berkala dan responsif terhadap realitas sosial.

Ia mengimbau para dai untuk mengambil peran preventif sebelum jatuh korban. Masjid, lingkungan keluarga, sekolah, kampus, komunitas, hingga media sosial harus dimanfaatkan secara optimal sebagai sarana edukasi dan pembangun ketahanan masyarakat.

“Kita tidak boleh menunggu generasi muda terjerumus baru kemudian bergerak. Dakwah harus hadir lebih awal untuk mencegah,” tegasnya.

Melalui pelatihan TOF ini, LDK Muhammadiyah mencetak para dai yang tidak hanya piawai berkhotbah di mimbar, tetapi juga cekatan bertindak sebagai fasilitator, pendamping, dan penggerak edukasi di tengah masyarakat.

Peran aktif 120 dai ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif dari tingkat tapak demi mewujudkan lingkungan yang sehat dan bebas dari ancaman narkotika. (*/tim)

 

Tinggalkan Balasan

Search