Muhammadiyah: Serangan AS-Israel terhadap Iran Melanggar HAM

www.majelistabligh.id -

Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mengeluarkan Surat Pernyataan sekaligus sikap resmi organisasi terkait dengan Konflik di Timur Tengah. Surat Pernyataan dengan Nomor 16/Per/I.0/B/2026 tersebut dikeluarkan pada 13 Ramadan 1447 H atau bertepatan dengan 2 Maret 2026, ditandatangani oleh Ketua PP Muhammadiyah Prof. Dr. H. Syafiq A. Mughni dan Sekretaris Muhammad Sayuti.

Berikut isi lengkap sikap resmi Muhammadiyah:

Mencermati dengan saksama perkembangan Kawasan Timur Tengah akhir-akhir ini, Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyampaikan sikap sebagai berikut:

  1. Kami menyampaikan rasa prihatin dan belasungkawa atas meninggalnya pemimpin tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei dan korban lainnya yang menjadi sasaran serangan Amerika Serikat dan Israel ke Republik Islam Iran. Belasungkawa yang sama kami sampaikan bagi korban serangan balik Iran di beberapa negara Arab.
  2. Kami mengecam dengan sangat serangan tersebut dan kami memandangnya sebagai pelanggaran atas Hak-Hak Asasi Manusia, hukum internasional, dan pengabaian atas keputusan-keputusan Perserikatan Bangsa-Bangsa.
  3. Kami menyerukan agar Perserikatan Bangsa-Bangsa memberikan sanksi tegas terhadap Amerika Serikat dan Israel atas pelanggaran tersebut dan mewujudkannya dengan langkah yang nyata.
  4. Kami mendorong agar Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Organisasi Kerja Sama Islam segera mengambil langkah-langkah untuk mengakhiri genosida terhadap bangsa Palestina, serta segala bentuk kekerasan dan mencegah meningkatnya ketegangan antarnegara di kawasan Timur Tengah.
  5. Iran maupun negara-negara Arab saling menahan diri dan mengedepankan dialog untuk tidak terlibat konflik lebih jauh antar sesama anggota Organisasi Kerjasama Islam.
  6. Kami mendorong dilakukannya dialog dan langkah-langkah diplomasi untuk menyelesaikan konflik di kawasan Timur Tengah tersebut.
  7. Kami mengajak semua negara, lembaga-lembaga multilateral dan bilateral, tokoh-tokoh agama dan kekuatan masyarakat pada umumnya untuk ikut menciptakan kedamaian dan keadilan global dan mengecam segala bentuk tindakan yang semena-mena yang menyebabkan kerusakan dan hancurnya peradaban di muka bumi.

Jika dilihat dari isi surat pernyataan tersebut, menggambarkan sikap umum organisasi yang berpihak pada perdamaian, penegakan hukum internasional, dan penolakan kekerasan serta agresi militer terhadap kedaulatan negara lain. Sikap tersebut sejalan dengan nilai-nilai kemanusiaan, diplomasi, dan hukum internasional yang selama ini dipegang Muhammadiyah dalam menyikapi konflik global. (nun)

Tinggalkan Balasan

Search