MUI Salurkan Bantuan, Dua Sekolah Muhammadiyah di Agam Segera Dibangun Kembali Pascabanjir

MUI Salurkan Bantuan, Dua Sekolah Muhammadiyah di Agam Segera Dibangun Kembali Pascabanjir
www.majelistabligh.id -

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyerahkan bantuan untuk pembangunan kembali sekolah Muhammadiyah di Kabupaten Agam Sumatera Barat yang mengalami kerusakan berat akibat bencana banjir pada November 2025 lalu. Dua sekolah di daerah tersebut, SMA Muhammadiyah Salareh Aia dan Madrasah Tsanawiyah Swasta (MTsS).

Meski dalam kondisi serba terbatas, kedua Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di bidang pendidikan ini tetap bertekad melayani anak bangsa. Para siswa terpaksa belajar di tenda-tenda darurat dan akan berpindah ke Masjid Taqwa Muhammadiyah ketika hujan turun.

“Tentu kita prihatin dengan kondisi ini, tapi kita patut memberikan apresiasi kepada para pendidik dan tenaga kependidikan maupun para siswa yang masih semangat mengajar, dengan kondisi seperti itu,” ujar Sekjen MUI Amirsyah Tambunan usai menyerahkan bantuan dari MUI sebesar Rp200 juta, Sabtu (11/4/2026).

Bantuan diterima Kepala SMA Muhammadiyah, Puspa Nalfirah, S.Pd.Gr. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi pembangunan satu ruang kelas dari total tiga ruang kelas yang direncanakan. Penyerahan bantuan itu turut disaksikan oleh Suarto Khatib Basa selaku Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Agam, Ketua PCM Salareh Aia Safriul, serta seluruh keluarga besar Muhammadiyah.

Untuk kelanjutan proses belajar mengajar, kedua AUM tersebut akan segera dibangun kembali memanfaatkan tanah wakaf. SMA Muhammadiyah Salareh Aia akan dibangun di atas tanah hibah seluas 1.400 meter persegi. Sementara itu, MTsS akan dibangun kembali di atas tanah wakaf seluas 21.567 meter persegi di wilayah Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

“Sekolah ini menjadi salah satu lembaga pendidikan Muhammadiyah yang aktif di Kecamatan Palembayan Kabupaten Agam untuk mendidik anak bangsa,” tambah Buya Amirsyah.

Pembangunan gedung sekolah tersebut ditargetkan rampung pada tahun ajaran 2026/2027. Untuk SMA akan dibangun tiga ruang kelas baru maupun MTsS, sehingga kiprah pendidikan Muhammadiyah dapat terus berjalan sesuai harapan dan kepercayaan dari masyarakat mewakafkan dan menghibahkan tanah untuk Muhammadiyah.

Sebagai informasi, banjir yang melanda Nagari Salareh Aia, Jorong Seberang Air, dan Kampung Tengah Barat pada 27 November 2025 menyebabkan ribuan jiwa terisolasi selama 12 hari akibat terputusnya akses jalan. Hingga kini, para siswa masih belajar di tenda darurat sebagai dampak bencana hidrometeorologi tersebut.

Pascabencana, aktivitas belajar di SMA Muhammadiyah Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, tetap berjalan dengan memanfaatkan fasilitas seadanya di tenda-tenda. Secara akademik, sekolah ini terus berkiprah meski sempat diterjang banjir bandang. (*/tim)

 

Tinggalkan Balasan

Search