Mukjizat Al-Qur’an, Keajaiban Ilmiah, Sastra dan Spiritual

www.majelistabligh.id -

*) Oleh: Muhammad Nashihudin, MSi
Ketua Majelis Tabligh PDM Jakarta Timur

Mukjizat Al-Qur’an adalah keajaiban dan keunikan yang terdapat dalam Al-Qur’an, kitab suci umat Islam. Berikut beberapa contoh mukjizat Al-Qur’an:

Mukjizat Ilmiah
1. Pembentukan Janin: Al-Qur’an menjelaskan proses pembentukan janin dalam rahim ibu, yang tidak diketahui oleh manusia pada saat itu. (QS. Al-Mu’minun: 12-14)
2. Siklus Air: Al-Qur’an menjelaskan siklus air, yang tidak diketahui oleh manusia pada saat itu. (QS. Al-Hijr: 22)
3. Pembentukan Alam Semesta: Al-Qur’an menjelaskan proses pembentukan alam semesta, yang tidak diketahui oleh manusia pada saat itu. (QS. Al-Anbiya’: 30)

Mukjizat Sastra
1. Bahasa yang Indah: Al-Qur’an memiliki bahasa yang indah dan elegan, yang tidak dapat ditiru oleh manusia.
2. Struktur yang Rapi: Al-Qur’an memiliki struktur yang rapi dan sistematis, yang tidak dapat ditiru oleh manusia.
3. Kesesuaian dengan Sejarah: Al-Qur’an memiliki kesesuaian dengan sejarah, yang tidak dapat ditiru oleh manusia.

Mukjizat Spiritual
1. Pengaruh terhadap Hati: Al-Qur’an memiliki pengaruh terhadap hati, yang dapat membuat orang beriman dan berubah.
2. Pengaruh terhadap Jiwa: Al-Qur’an memiliki pengaruh terhadap jiwa, yang dapat membuat orang merasa tenang dan damai.
3. Pengaruh terhadap Akhlak: Al-Qur’an memiliki pengaruh terhadap akhlak, yang dapat membuat orang menjadi lebih baik dan lebih saleh.

Kesimpulan
Mukjizat Al-Qur’an adalah bukti bahwa Al-Qur’an adalah kitab suci yang diturunkan oleh Allah SWT. Mukjizat Al-Qur’an dapat membantu kita memahami kebenaran dan keindahan Al-Qur’an.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

لَوْ اَنْزَلْنَا هٰذَا الْقُرْاٰ نَ عَلٰى جَبَلٍ لَّرَاَ يْتَهٗ خَا شِعًا مُّتَصَدِّعًا مِّنْ خَشْيَةِ اللّٰهِ ۗ وَتِلْكَ الْاَ مْثَا لُ نَضْرِبُهَا لِلنَّا سِ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُوْنَ

“Sekiranya Kami turunkan Al-Qur’an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah-belah disebabkan takut kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia agar mereka berpikir.”
(QS. Al-Hasyr 59: Ayat 21)

1. Al-Qur’an berbahasa Arab menjadi ilmu tersendiri

اِنَّاۤ اَنْزَلْنٰهُ قُرْاٰ نًا عَرَبِيًّا لَّعَلَّكُمْ تَعْقِلُوْنَ

“Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Qur’an berbahasa Arab, agar kamu mengerti.”
(QS. Yusuf 12: Ayat 2)

2. Al Qur’an penuh hikmah

وَا لْقُرْاٰ نِ الْحَكِيْمِ

“Demi Al-Qur’an yang penuh hikmah,”
(QS. Ya-Sin 36: Ayat 2)

3. Al Qur’an dapat membuka hati yang keras

اَفَلَا يَتَدَبَّرُوْنَ الْقُرْاٰ نَ اَمْ عَلٰى قُلُوْبٍ اَقْفَا لُهَا

“Maka tidakkah mereka menghayati Al-Qur’an, ataukah hati mereka sudah terkunci?”
(QS. Muhammad 47: Ayat 24)

4. Bacaan Al Qur’an dapat menambah keimanan

اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ الَّذِيْنَ اِذَا ذُكِرَ اللّٰهُ وَجِلَتْ قُلُوْبُهُمْ وَاِ ذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ اٰيٰتُهٗ زَا دَتْهُمْ اِيْمَا نًا وَّعَلٰى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُوْنَ

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetar hatinya, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, bertambah (kuat) imannya dan hanya kepada Tuhan mereka bertawakal,”
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 2)

5.Kajian Tafsir Ibnu Katsir tentang dahsyatnya Al Qur’an Thaha, ayat 1-8
{طه (1) مَا أَنزلْنَا عَلَيْكَ الْقُرْآنَ لِتَشْقَى (2) إِلا تَذْكِرَةً لِمَنْ يَخْشَى (3) تَنزيلا مِمَّنْ خَلَقَ الأرْضَ وَالسَّمَاوَاتِ الْعُلا (4) الرَّحْمَنُ عَلَى الْعَرْشِ اسْتَوَى (5) لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا وَمَا تَحْتَ الثَّرَى (6) وَإِنْ تَجْهَرْ بِالْقَوْلِ فَإِنَّهُ يَعْلَمُ السِّرَّ وَأَخْفَى (7) اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلا هُوَ لَهُ الأسْمَاءُ الْحُسْنَى (8) }

Thaha. Kami tidak menurunkan Al-Qur’an ini kepadamu agar kamu menjadi susah, tetapi sebagai peringatan bagi orang yang takut (kepada Allah), yaitu diturunkan dari Allah yang menciptakan bumi dan langit yang tinggi, (yaitu) Tuhan Yang Maha Pemurah,. Yang bersemayam di atas Arasy. Kepunyaan-Nyalah semua yang ada di langit, semua yang di bumi, semua yang di antara keduanya, dan semua yang di bawah tanah. Dan jika kamu mengeraskan ucapanmu, maka sesungguhnya Dia mengetahui rahasia yang lebih tersembunyi. Dialah Allah, tidak ada Tuhan (yang barhak disembah) melainkan Dia. Dia mempunyai Al-asma-ul husna (nama-nama yang baik).

Pembahasan mengenai huruf-huruf hijaiyah yang terdapat pada permulaan surat-surat Al-Qur’an telah diterangkan di dalam permulaan tafsir surat Al-Baqarah. Jadi tidak perlu diulangi lagi dalam tafsir surat ini.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Al-Husain ibnu Muhammad ibnu Syaibah Al-Wasiti, telah menceritakan kepada kami Abu Ahmad Az-Zubairi, telah menceritakan kepada kami Israil, dari Salim Al-Aftas, dari Sa’id ibnu Jubair, dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa Thaha artinya ‘hai lelaki!’. Hal yang sama telah diriwayatkan dari Mujahid, Ikrimah, Sa’id ibnu Jubair, Ata, Muhammad ibnu Ka’b, Abu Malik, Atiyyah Al-Aufi, Al-Hasan, Qatadah, Ad-Dahhak, As-Saddi, dan Ibnu Abza. Mereka semua mengatakan bahwa Thaha artinya ‘hai lelaki!’.

Menurut riwayat yang lain dari Ibnu Abbas, Sa’id ibnu Jubair, dan As-Sauri, Thaha adalah suatu kalimat dengan bahasa Nabat yang artinya ‘hai lelaki’!.

Abu Saleh mengatakan bahwa Thaha adalah kalimat yang telah diarahkan dari bahasa lain.

Tinggalkan Balasan

Search