Mulia Karena Al Qur’an

Mulia Karena Al Qur'an
*) Oleh : Bahrus Surur-Iyunk
Warga Muhammadiyah
www.majelistabligh.id -

Salah satu yang menjadikan bulan Ramadan itu istimewa adalah karena di dalamnya Al-Qur’an pertama kali diturunkan. Allah mengabarkan kepada kita dalam Surah Al-Baqarah ayat 185,

“185. (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). karena itu, Barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, Maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan Barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), Maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.”

Begitulah keagungan kalam Ilahi. Malaikat Jibril sebagai penyampai wahyu Ilahi adalah malaikat pilihan yang diberi tugas khusus untuk menyampaikan wahyu (Al-Qur’an) dan digelari Ar-Ruh. Al-Qur’an diwahyukan kepada manusia terbaik, asyrafil-anbiya’ wal-mursalin, Rasulullah Muhammad.

Al-Qur’an al-Karim adalah kitab terakhir yang diturunkan oleh Allah. Al-Qur’an adalah pembenar sekaligus menghapus kitab Taurat, Zabur, Injil dan seluruh kitab yang diturunkan sebelumnya. Al-Qur’an merupakan kitab suci terakhir yang diturunkan Allah. Al-Qur’an adalah kitab suci penyempurna dari kita-kitab Allah yang pernah diturunkan sebelumnya (Zabur, Taurat, dan Injil). Kitab-kitab Allah sebelumnya hanya ditujukan kepada umat pada zaman tertentu saja. Hal ini tentu berbeda dengan Al-Qur’an yang ditujukan dan bisa digunakan oleh siapapun sampai akhir zaman. Manusia mengenal tulisan dan bacaan itu sejak 5000 tahun yang silam. Tetapi, hingga sekarang, tidak ada satu bacaan atau kitab suci pun yang bisa menandingi keagungan dan kemuliannya.

Dalam sejarah umat manusia, tidak ada kitab yang dibaca setiap detik tanpa henti, meskipun ridak mengerti artinya dan maknanya. Pun tidak ada bacaan yang dihafal surat demi surat, ayat demi ayat, bahkan kata demi kata, selain Al-Qur’an al-Karim. Bahkan, ketika membacanya kita harus mengikuti aturan bacaannya, panjang pendeknya, tebal ringannya, berhenti lanjutnya, lagu dan iramanya.

Al-Quran itu memberi ketenangan dan kedamaian bagi seseorang, meski ia sendiri sesungguhnya tidak mengerti arti dan maknanya. Suatu hari seorang siswi saya curhat tentang keadaan keluarga (ayah ibunya) yang selalu cekcok dan bertengkar di depan matanya. Saya yang kebetulan mengajar mata pelajaran Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ) memberikan saran kepadanya. “Besuk kalau ayah ibumu bertengkar dan adu mulut di depanmu, kamu ambil Al-Qur’an lalu bacalah dengan suara yang agak nyaring.”

Seminggu kemudian, si murid ini bercerita. Pada kejadian pertama, keduanya mulai menurunkan tarikan suaranya. Pada hari berikutnya ketika bertengkar lagi, si anak itu baca Al-Qur’an lagi, dan ayah ibunya mulai masuk ke kamar. Ya, mungkin bertengkar atau kemudian “bertengkar”. Dan akhirnya tidak terdengar lagi pertengkaran antara keduanya di depan matanya dn tidak terdengar di telinganya.

Setelah kejadian itu, secara kebetulan, ibunya bertemu dengan saya dan bertanya, “Anak saya diajari apa oleh Ustadz?”

“Memangnya kenapa ya Bu?” Saya bertanya pura-pura tidak tahu kejadiannya. Berceritalah si ibu itu atas apa yang dialaminya dengan puterinya itu.

Al-Qur’an itu mengajarkan keseimbangan antara jumlah bilangan kata dengan lawan katanya. Kata hayat (hidup) dan maut (mati) sama-sama terulang sebanyak 145 kali. Kata naf’u (bermanfaat) dan fasad (kerusakan) sama-sama tersebut sebanyak 50 kali. Kata akhirat dan dunya sama-sama tersebut sebanyak 115 kali. Kata malaikat dan syetan juga sama-sama tersebut sebanyak 88 kali. Dan begitulah seterusnya jika kita mau menelaahnya.

Tentang waktu misalnya, Al-Qur’an juga menunjukkan keajaiban. Kata yaum (hari), misalnya, terulang sebanyak 365 kali, sama dengan jumlah hari dalam setahun. Sedangkan kata ayyamun (hari-hari, jamak dari kata yaum) diulang sebanyak 30 kali, sama dengan jumlah hari dalam sebulan. Begitu juga dengan kata asyhurun (bulan-bulan) diulang sebanyak 12 kali, dimana hal ini sama dengan jumlah bulan dalam setahun.

Al-Qur’an menjanjikan segalanya bagi manusia. Jika Anda ingin merengkuh kemuliaan dan kesuksesan, rengkuhlah Al-Quran. Ia tidak hanya mengantarkan kepada kemuliaan kesuksesan di dunia, tetapi juga di akhirat. Jika Anda merindukan kekayaan, Al-Quran tidak akan menghadirkan kekayaan material saja, tetapi juga kekayaan spiritual, intelektual, dan emosional.

Tidak ada jalan lain yang bisa dilakukan oleh seorang muslim kecuali ia mesti membacanya, merenungi dan menghayatinya. Menggali makna Al-Qur’an tidak akan pernah ada habisnya. Selalu saja Allah akan memberikan lebih dari sekedar yang ia duga.

Ibarat seorang nelayan pencari ikan yang menurunkan jaringnya ke lautan, dalam hatinya ia hanya berharap dapat seadanya atau sebanyak yang ada dalam pikirannya. Tetapi, di luar perhitungannya, ia akan mendapatkan lebih dari yang ia perhitungkan. Dan begitulah jika kita mau menggeluti dan menggumuli Al-Qur’an dengan tulus ikhlas.

Terlalu banyak bukti kemukjizatan Al-Qur’an yang mengantarkan seseorang memeluk Islam gegara Al-Qur’an. Ada seorang arsitek Jerman masuk Islam karena awalnya ia terinspirasi oleh gambaran surga dalam Al-Quran. Ada seorang professor ahli kulit dari Thailand yang masuk Islam karena cara pandang Al-Qur’an tentang kulit yang terdapat dalam QS. An-Nisa’ ayat 56.

Ada ilmuwan Jepang yang masuk Islam gara-gara meneliti buah Tin dan Zaitun. Ada ratusan penghina Al-Qur’an yang kemudian masuk Islam, karena akhirnya terpesona dengan Al-Qur’an itu sendiri. Allah telah menyitir dalam QS. Al-Kahfi ayat 1,

“Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan kepada hamba-Nya Al kitab (Al-Quran) dan Dia tidak Mengadakan kebengkokan di dalamnya.”

 

Tinggalkan Balasan

Search