Yahya bin Abi Katsir-rahimahullah-menuturkan:
كان يقال : ما أكرم العباد أنفسهم بمثل طاعة الله ولا أهان العباد أنفسهم بمثل معصية الله عز وجل.
“Dahulu dikatakan, Tidaklah ada perkara yang dapat memuliakan diri seorang hamba, yang menyamai ketaatan kepada Allah, dan tidaklah ada perkara yang dapat merendahkan dirinya, yang menyamai kemaksiatn kepada Allah.” (Muhasabatun Nafsi, hal.98, Karya Ibnu Abid Dunia-rahimahullah)
Asy-Syeikh Abdurrozzaq Al-Badr-hafidzahullah-mengomentari atsar di atas:
الناس مع أنفسهم بين مكرم نفسه ومهين:
■ فمن جاهد نفسه على العبادة والطاعة فقد أكرم نفسه وزكاها.
■ ومن غمسها في الذنوب والآثام فقد أهانها ودساها.
“Manusia-menempatkan dirinya-antara dua keadaan, memuliakannya atau merendahkan/menghinakannya.
Barangsiapa yang mengerahkan segenap kemampuannya untuk beribadah dan ketaatan, sungguh telah memuliakan dan membersihkan dirinya.
Tidaklah ada perkara yang dapat memuliakan diri seorang hamba, yang menyamai ketaatan kepada Allah, dan tidaklah ada perkara yang dapat merendahkan dirinya, yang menyamai kemaksiatn kepada Allah.”
Ketaatan kepada Allah adalah puncak kemuliaan seorang hamba, sedangkan kemaksiatan adalah jalan utama menuju kehinaan. Ungkapan yang disampaikan mengandung kebenaran mendalam tentang hakikat kemuliaan yang hakiki dalam pandangan Islam.
Ketika seorang hamba tunduk dan taat kepada penciptanya, ia sedang mengangkat derajat dirinya sendiri di dunia dan di akhirat. Sebaliknya, kemaksiatan hanya akan menurunkan harga diri dan membawa kerugian bagi pelakunya.
Berikut adalah beberapa poin perenungan terkait untaian hikmah tersebut:
- Kemuliaan Hakiki (Al-Izzah): Kemuliaan tidak diukur dari harta, jabatan, atau keturunan, melainkan dari tingkat ketakwaan seseorang. Allah Swt. berfirman, “Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa.” (QS. Al-Hujurat: 13).
- Dampak Buruk Maksiat: Maksiat penolak keberkahan hidup. Kemaksiatan mendatangkan rasa gelisah di hati, mempersempit rezeki, dan meruntuhkan wibawa seorang manusia di mata makhluk lainnya.
- Kebebasan yang Sebenarnya: Menjadi hamba yang taat kepada Allah justru membebaskan manusia dari penghambaan kepada sesama makhluk, hawa nafsu, dan duniawi. (*)
