Kompleks Perguruan Muhammadiyah Balongpanggang menjadi saksi antusiasme warga Muhammadiyah dalam mengikuti kajian Ramadan bertema “Menjadi Muslim Berkemajuan“, Sabtu (15/03/25). Acara yang diadakan di halaman Sekolah Muhammadiyah ini disampaikan oleh Ust. Muhammad Rois Sudin, M.Pd, anggota Majelis Tabligh PWM Jawa Timur.
Acara ini dihadiri oleh warga Muhammadiyah Balongpanggang, Ketua Cabang Muhammadiyah, para Ketua Ranting Muhammadiyah, guru, serta ratusan siswa. Kajian dilaksanakan menjelang waktu berbuka puasa.
Dalam tausiyahnya, Ust. Rois, panggilan akrabnya, mengajak jamaah untuk senantiasa produktif berpikir dan beramal, sehingga dapat menghasilkan karya-karya yang bermanfaat bagi umat.
“Seorang Muslim harus produktif berpikir dan beramal agar dapat menghasilkan karya nyata,” ujarnya dalam tausiyah yang disertai dengan penyampaian sejumlah ayat Al-Quran.
Mahasiswa Program Doktoral UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini melanjutkan dengan menguraikan konsep Muslim Berkemajuan, yang dimulai dengan Teologi Al-Ma’un sebagaimana diajarkan oleh Kyai Ahmad Dahlan.
Menurutnya, jika satu surat Al-Ma’un saja direalisasikan melalui pemikiran produktif dan karya nyata, maka dapat melahirkan ribuan sekolah, ratusan perguruan tinggi, serta rumah sakit yang mampu melayani jutaan umat.
“Kyai Dahlan mengajarkan agar mengkaji ayat tidak hanya sebatas hafal dan memahami maknanya, tetapi juga mewujudkannya dalam bentuk nyata. Itulah makna berkemajuan,” tambahnya.
Ia juga menegaskan bahwa para ketua ranting, cabang, dan guru merupakan ujung tombak dakwah berkemajuan, sehingga mereka harus terus produktif dalam berkarya.
“Jika mengaku kader, tetapi tidak produktif dalam karya, maka akan dipertanyakan oleh umat,” tegasnya.
Lebih lanjut, mantan anggota Lembaga Sensor Film Jawa Timur ini menekankan, seorang Muslim tidak cukup hanya berilmu, tetapi juga harus berkontribusi nyata dalam kehidupan masyarakat. Produktivitas dalam berpikir dan beramal merupakan ciri utama Muslim yang berkemajuan.
“Ciri berkemajuan itu terus bergerak, tidak stagnan, apalagi apatis,” pungkasnya.
Acara ini sempat diguyur hujan saat tausiyah baru berlangsung beberapa menit. Namun, panitia telah mengantisipasi kemungkinan tersebut dengan menyiapkan lokasi cadangan.
“Musim hujan sudah kami antisipasi,” ujar Sidiq Notonegoro, sang moderator yang juga tokoh Muhammadiyah di Balongpanggang.
Menariknya, di tengah tausiyah, Ustaz yang biasa disapa Kang Rois ini mengadakan sayembara berhadiah bagi siswa agar tetap antusias mengikuti kajian. Sayembara ini berupa menghafal Surat Al-Ma’un. Tantangan ini langsung disambut antusias oleh para peserta. Dua siswa dengan cepat mengacungkan tangan, yaitu Riski, siswa kelas 1 SD Muhammadiyah, dan Naufan, siswa kelas 8 SMP Muhammadiyah.
“Senang sekali… hafal langsung dapat hadiah uang!” ujar Naufan dengan penuh kegembiraan setelah berhasil melafalkan Surat Al-Ma’un dengan lancar. Inisiatif ini tidak hanya menambah semangat para siswa, tetapi juga menanamkan nilai-nilai Al-Ma’un dalam kehidupan mereka sejak dini.
Sebelum tausiyah dimulai, acara diawali dengan sambutan dari Ketua PCM Balongpanggang, Ust. Mulyadi, yang menekankan pentingnya terus menanamkan semangat keislaman dan kemuhammadiyahan dalam pendidikan. (*/tim)
