Mutiara Harapan yang Menjadi Pusat Peradaban

Mutiara Harapan yang Menjadi Pusat Peradaban
*) Oleh : Masroin Assafani
Wakil Ketua PDM Kabupaten Lamongan
www.majelistabligh.id -

Kiblat mengarah ke Masjidilharam sebuah harapan Rasulullah yang menjadi pusat peradaban dunia.

Allah -عز وجل- berkata kepada nabi-Nya : { فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضَاهَا } “maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai” , Allah tidak mengatakan “yang kamu senangi karena nafsu.”  Hal ini menunjukkan bahwa keinginan Rasulullah untuk berpaling dari masjid al-Aqsho menuju ka’bah adalah untuk kebaikan.

Hal itu karena ka’bah lebih cocok untuk dijadikan kiblat bagi kaum muslimin. Ka’bah merupakan masjid pertama yang dibangun untuk umat manusia dengan tauhid, adapun dijadikannya baitul maqdis sebagai kiblat pertama kemudian dipindahkan menuju ka’bah adalah isyarat bahwa agama ini berbeda dengan agama ahli kitab.

Kami kutib dari “Li Yaddabbaru Ayatih / Markaz Tadabbur di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Umar bin Abdullah al-Muqbil, professor Fakultas Syari’ah Universitas Qashim – Saudi Arabia.

Sebagaimana firman Allah SWT.

قَدْ نَرٰى تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِى السَّمَآءِ ۚ فَلَـنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضٰٮهَا ۖ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَـرَا مِ ۗ وَحَيْثُ مَا كُنْتُمْ فَوَلُّوْا وُجُوْهَكُمْ شَطْرَهٗ ۗ وَاِ نَّ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ لَيَـعْلَمُوْنَ اَنَّهُ الْحَـقُّ مِنْ رَّبِّهِمْ ۗ وَمَا اللّٰهُ بِغَا فِلٍ عَمَّا يَعْمَلُوْنَ

Kami melihat wajahmu (Muhammad) sering menengadah ke langit, maka akan Kami palingkan engkau ke kiblat yang engkau senangi. Maka hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidilharam. Dan di mana saja engkau berada, hadapkanlah wajahmu ke arah itu. Dan sesungguhnya orang-orang yang diberi Kitab (Taurat dan Injil) tahu, bahwa (pemindahan kiblat) itu adalah kebenaran dari Tuhan mereka. Dan Allah tidak lengah terhadap apa yang mereka kerjakan.” (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 144)

Kandungan Ayat
1. “Kami melihat wajahmu (Muhammad) sering menengadah ke langit
2. maka akan Kami palingkan engkau ke kiblat yang engkau senangi.
3. Maka hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidilharam.
4. Dan di mana saja engkau berada, hadapkanlah wajahmu ke arah itu.
5. Dan sesungguhnya orang-orang yang diberi Kitab (Taurat dan Injil) tahu, bahwa (pemindahan kiblat) itu adalah kebenaran dari Tuhan mereka.
6. Dan Allah tidak lengah terhadap apa yang mereka kerjakan.”

Pelajaran Agung
1. Dari setiap harapan tidak diputuskan dengan kehendak diri dengan ego, akan tetapi menengadahkan diri mengharap kepada Ilahi dengan dzikir dan doa.
2. Dari jiwa yang dalam dan terus istiqamah, maka Allah kemudian mengabulkan harapan hambanya.
3. Harapan hati yang jernih, pikiran yang terpatri dalam wilayah rabbani (zat yang maha memelihara), maka hadirlah kecintaan Allah pada hambanya.
4. Nyatalah yang benar dan kelihatan yang penuh kepalsuan, keimanan semakin jelas, kemunafikanpun tampak.
5. Petunjuk yang diharapkan oleh nabi Muhammad dinyatakan Allah dengan wahyu agar berpindah kiblat dari Baital Makdis ke arah Masjidilharam adalah kunci penting dalam menata kejelasan pengikut yang sesungguhnya.
6. Masjidilharam menjadi titik temu manusia di kolong jagat raya yang terus menerus mengabdi kepada Allah sampai dunia diambil oleh Allah digantikan menjadi akhirat.

Catatan.
Rasulullah mencurahkan harapan untuk berkiblat ke arah Masjidilharam adalah lahir dari jiwanya yang bersih pikiran yang jernih, kemudian Allah memenuhinya.

Pada bulan Syaban pada waktu dhuhur, wahyu turun untuk bebalik arah, dari menghadap ke Baital Maqdis, beralih mengarahkan ke Masjidilharam. Inilah keagungan hingga kini dan sampai akhir kehidupan dunia fana ini.

Semoga manfaat.

Tinggalkan Balasan

Search