Mutiara Takwa: Menjaga Ilmu, Menghidupkan Ramadan

Mutiara Takwa: Menjaga Ilmu, Menghidupkan Ramadan
www.majelistabligh.id -

Bulan Ramadan adalah bulan meningkatnya antusias kaum muslimin mengerjakan amal saleh. Tidak hanya ibadah ritual, namun juga semangat beramal sosial meningkat dengan pesat, demikian pula dengan kegiatan kajian dan pengajian keislaman.

Buku Mutiara Takwa: 30 Materi Kultum Bertema Ramadan karya Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sukoharjo yang diterbitkan oleh Zaduna Sukoharjo pada tahun 2024 ini hadir sebagai ikhtiar dakwah yang mendukung kegiatan pengajian di bulan Ramadan.

Dengan tebal 232 halaman, buku ini dirancang sebagai panduan praktis bagi para da’i, khatib, mubalig, serta jamaah umum dalam mengisi dan menghidupkan Ramadan melalui kultum yang mencerahkan, berlandaskan Al-Qur’an dan Sunnah, serta relevan dengan realitas kehidupan umat.

Dalam pengantarnya, Ketua Majelis Tabligh PWM Jawa Tengah, Dr. H. Ali Trigiyatno, MAg menegaskan pentingnya tradisi menulis dalam dunia keilmuan dan dakwah. Sebagaimana dimaklumi, ilmu pengetahuan dapat hilang atau dilupakan apabila tidak ditulis dan dibukukan. Meskipun di era digital saat ini ilmu dapat disimpan dan disebarluaskan dalam berbagai bentuk media, namun kehadiran buku cetak tetap memiliki posisi yang tidak sepenuhnya tergantikan.

Membaca buku memberikan kedalaman, ketenangan, dan kesinambungan pemahaman yang berbeda dibandingkan dengan media digital yang cenderung cepat. Karena itu, pembukuan materi-materi dakwah seperti dalam buku ini merupakan langkah strategis dalam menjaga kesinambungan ilmu dan manhaj dakwah.

Isi buku ini disusun secara tematik dan komprehensif, mencakup berbagai aspek penting Ramadan. Materi-materi di dalamnya terbagi ke dalam tema aktual dan berkemajuan, seperti refleksi pasca pemilu, Ramadan sebagai syahrut tarbiyah, kehati-hatian dalam penggunaan hadis dhaif, puasa dan kesehatan, hingga penguatan nilai-nilai tauhid dan mujahadah di sepuluh hari terakhir Ramadan.

Selain itu, terdapat tema renungan dan motivasi yang menggugah kesadaran spiritual, pembahasan keluarga sebagai basis pendidikan dan keselamatan, Ramadan sebagai bulan Al-Qur’an, amalan-amalan utama dan peringatan terhadap perusak amal, fikih dasar Ramadan, motivasi infak dan sedekah, pentingnya menjaga salat, serta penguatan akhlak Islami dengan meneladani Rasulullah SAW.

Keunggulan buku ini terletak pada kelengkapan materi serta penyajiannya yang praktis dan aplikatif. Setiap materi dilengkapi dengan mukadimah dan penutup berbahasa Arab, sehingga memudahkan para dai dalam menyampaikan kultum secara runtut, singkat, dan tetap bernuansa ilmiah. Bahasa yang digunakan komunikatif dan membumi, sehingga mudah dipahami serta dapat diterima oleh berbagai lapisan jamaah.

Dengan karakter dakwah berkemajuan yang kuat, buku ini layak dijadikan rujukan utama dalam menghidupkan mimbar-mimbar Ramadan agar tidak berhenti pada aspek ritual semata, tetapi juga bersifat edukatif, reflektif, dan transformatif. Oleh karena itu, takmir masjid sangat layak menjadikan buku ini sebagai salah satu koleksi bacaan wajib yang dimiliki. (andika rahmawan | kontributor sukoharjo)

Tinggalkan Balasan

Search