Kemakmuran Rakyat
Kepemimpinan yang amanah menciptakan keamanan dan berbuah kemakmuran bagi masyarakatnya. Nabi Ibrahim telah membuktikan bahwa kepemimpinannya, dan itu diakui oleh Allah dengan lahirnya beberapa generasi yang telah mengikti jejaknya.
Kepemimpinan Nabi Ibrahim terbukti menciptakan masyarakat yang jiwanya tenang dan raganya tercukupi dengan melimpahnya sumberdaya alam.
Kepemimpinan yang agung menjadikan negara aman. Betapa tidak, masyarakatnya taat pada hukum karena pemimpinnya amanah dan tegas.
Kepatuhan dan ketaatan pada hukum inilah yang mendatangkan keberkahan yang didatangkan Allah dari langit dan bumi. Allah benar-benar mencurahkan kenikmatan berupa melimpahnya rejeki dan buah-buahan di tengah masyarakat yang patuh pada pemimpin yang amanah.
Al-Qur’an mengabadikan hal ini sebagaimana firman-Nya :
وَإِذۡ قَالَ إِبۡرَٰهِـۧمُ رَبِّ ٱجۡعَلۡ هَٰذَا بَلَدًا ءَامِنٗا وَٱرۡزُقۡ أَهۡلَهُۥ مِنَ ٱلثَّمَرَٰتِ مَنۡ ءَامَنَ مِنۡهُم بِٱللَّهِ وَٱلۡيَوۡمِ ٱلۡأٓخِرِ ۚ قَالَ وَمَن كَفَرَ فَأُمَتِّعُهُۥ قَلِيلٗا ثُمَّ أَضۡطَرُّهُۥٓ إِلَىٰ عَذَابِ ٱلنَّارِ ۖ وَبِئۡسَ ٱلۡمَصِيرُ
“Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa, “Ya Tuhan-ku, jadikanlah negeri ini, negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezeki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman diantara mereka kepada Allah dan hari kemudian”. Allah berfirman, “Dan kepada orang yang kafir pun Aku beri kesenangan sementara, kemudian Aku paksa ia menjalani siksa neraka dan itulah seburuk-buruk tempat kembali”. (QS. Al-Baqarah : 126)
Negeri yang aman ketika masyarakatnya patuh terhadap petunjuk yang telah dibimbing oleh penguasa langit dan bumi. Keberkahan atas kepemimpinan yang amanah inibenr-benar melahirkan tatanan masyarakat yang menjalankan amanah dengan baik.
Nabi Ibrahim meninggal istri dan anaknya di tengah gurun sahara yang tandus karena perintah -Nya. Beliau terbukti pemimpin yang melayani tamu ketika menyuguhnya makanan Istimewa yang tak dikenalnya. Bahkan Nabi Ibrahim terbukti keberaniannya dalam mengingatkan raja yang terbukti mengaku dirinya Tuhan.
Hingga pada puncaknya membangun Ka’bah Bersama Nabi Ismail sehingga mampu mempertemukan dan mempersatukan berbagai etnis dan suku yang sangat beragam.
Oleh karenanya, pantas Allah bilamana mengangkatnya sebagai imam bagi seluruh manusia. Dia menjadi buah bibir yang baik bagi generasi berikutnya.
Nabi Ismail dan Nabi Ya’kub yang nanti berlanjut kepada Nabi Muhammad. Generasi-generasi ini merupakan keturunan Nabi Ibrahim yang hidup untuk melanjutkan risalahnya untuk menegakkan nilai-nilai tauhid.
Pemimpin yang menjalankan amanah dengan baik akan tercatat dan menjadi buah bibir yang baik. Nabi Ibrahim telah membuktikan dirinya sebagai pemimpin yang amanah sehingga keteladannya dijadikan sandaran bagi pemimpin yang agung.
Hal ini berbeda dengan kepemimpinan yang buruk dipenuhi dengan kebohongan, hanya akan melahirkan masyarakat yang tak aman, dan rakyatnya menderita.
Keberkahan pun hilang dimana pemimpin tak dipatuhi dan rakyat hidup dalam kelaparan dan penderitaan. Hal ini melahirkan generasi-generasi pemimpin yang korup dan mendatangkan penderitaan bagi rakyatnya. (*)
Surabaya, 15 Maret 2025
