Tiga siswa SD Muhammadiyah 14 Surabaya turut ambil bagian dalam Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) Tapak Suci Pimpinan Daerah (Pimda) 06 Surabaya. Kegiatan yang diikuti lebih dari 300 peserta dari berbagai cabang ini berlangsung pada 27–28 September 2025 di kompleks Masjid As-Salam Purimas, Gunung Anyar.
Selain rutin berlatih di cabang, para siswa juga aktif mengikuti berbagai kejuaraan dan pertandingan sebagai sarana mengasah keterampilan. UKT kali ini menjadi ajang evaluasi menyeluruh, baik untuk mengukur hasil latihan maupun pemahaman mereka terhadap materi-materi perguruan Tapak Suci.
“Adik-adik ini sangat antusias mengikuti UKT siswa kali ini, yang kedua kalinya diadakan oleh Pimda 06 Tapak Suci Surabaya di tahun 2025. Mereka bersemangat mengejar ketertinggalan materi ujian, karena sebelumnya lebih fokus pada pertandingan,” ujar Muhamad Febrianto, pelatih Tapak Suci Cabang Sambikerep, tempat para siswa berlatih.
Latihan Tapak Suci di SD Muhammadiyah 14 Surabaya dilaksanakan secara rutin setiap minggu sekali setelah jam pelajaran sekolah. Selain itu, siswa juga mendapatkan pembinaan tambahan di Cabang Sambikerep sebagai wadah untuk memperdalam keterampilan bela diri sekaligus mengembangkan karakter kedisiplinan.
Salah satu peserta, Arsyta Salsabila Irawan, siswa kelas V, mengaku bangga bisa ikut ujian ini. “Saya agak gugup waktu maju ujian jurus, tapi senang sekali karena bisa menunjukkan hasil latihan saya. Semoga saya lulus naik tingkat dan bisa tambah semangat belajar Tapak Suci,” ucapnya dengan wajah sumringah.
Pihak sekolah pun memberikan apresiasi. Syaifullah, guru SD Muhammadiyah 14 Surabaya sekaligus Ketua Tapak Suci Cabang 128 Sambikerep, menuturkan, “Kami mendukung penuh kegiatan Tapak Suci karena tidak hanya melatih fisik, tetapi juga membentuk mental, disiplin, dan akhlak siswa. Semoga pengalaman ini menjadi bekal positif untuk perkembangan mereka ke depan.”
Adapun tiga siswa yang mengikuti ujian kali ini adalah:
1. Arsyta Salsabila Irawan – naik dari Siswa Satu ke Siswa Dua
2. Naura Nuha Zhafira – naik dari Siswa Satu ke Siswa Dua
3. Abyasa Dwi Rahmatullah – naik dari Siswa Dasar ke Siswa Satu
Melalui ujian kenaikan tingkat ini, para siswa tidak hanya mengasah kemampuan teknis dan mental bertanding, tetapi juga dilatih untuk tetap rendah hati. Kenaikan tingkat bukan sekadar pencapaian, melainkan sarana introspeksi agar mampu tampil lebih baik pada jenjang berikutnya. (adi)
