Suasana syahdu menyelimuti halaman Balai Desa Karangtengah, Imogiri Bantul Yogyakarta, pada Ahad (15/03/2026)pagi. Ribuan jemaah tampak memadati lokasi sejak sebelum fajar menyingsing untuk mengikuti seri penutup agenda ikonik Ngaji Ahad Pagi (NAP) yang diselenggarakan oleh Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Imogiri selama bulan Ramadan 1447 H.
Meski telah memasuki fase akhir bulan suci, antusiasme masyarakat justru mencapai puncaknya. Kehadiran para tokoh berpengaruh dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) dan Pemuda Muhammadiyah (PWPM) DIY sepanjang bulan ini menjadi daya tarik utama bagi warga Imogiri dan sekitarnya.
Tahun ini, AMM Imogiri (PCPM, PCNA, dan IPM) berhasil menyuguhkan “maraton ilmu” dengan menghadirkan narasumber berbobot setiap pekannya:
Ahad Pekan ke-1: Dibuka oleh Ust. Ikhwan Ahada (Ketua PWM DIY) yang meletakkan landasan spiritual awal Ramadhan.
Ahad Pekan ke-2: Menghadirkan Ust. Puji Hartono (Pendiri Pesantren Masyarakat Jogja) dengan pendekatan dakwah sosialnya yang khas.
Ahad Pekan ke-3: Diisi oleh Ust. Arif Darmawan (Ketua PWPM DIY) yang membakar semangat kepemudaan dan kemandirian umat.
Ahad Pekan ke-4 (Penutup): Menghadirkan Ust. Sholahuddin Zuhri (Wakil Ketua PWPM DIY) sebagai pemateri pamungkas.
Dalam kajian penutupnya yang bertajuk “Menjaga Keberkahan Pasca-Ramadan”, Ust. Sholahuddin Zuhri membedah materi mendalam mengenai 4 perkara yang tidak terlaknat didunia. Ia mengingatkan, di tengah fana dan kerasnya godaan dunia, ada empat golongan yang tetap berada dalam lindungan rahmat Allah:
-Dzikrullah: Mengingat Allah sebagai inti dari segala ketenangan hati.
Ketaatan kepada-Nya (Wa Maa Walaah): Menggunakan segala sarana duniawi, termasuk harta dan tenaga, sebagai wasilah menuju akhirat.
-Orang Berilmu (‘Aliman): Para pengajar yang ikhlas membimbing umat ke jalan yang benar.
Penuntut Ilmu (Muta’alliman): Mereka yang dengan tulus belajar agama demi mendekatkan diri kepada Sang Khalik.
”Ramadhan akan segera berlalu, namun empat perkara ini harus tetap kita bawa dalam kehidupan sehari-hari agar hidup kita tidak terjebak dalam kesia-siaan duniawi,” pesan Ust. Sholahuddin di hadapan jemaah yang meluber hingga ke selasar jalan.
Komitmen Dakwah Angkatan Muda
Pihak penyelenggara menyatakan syukur atas kelancaran rangkaian acara tahun ini. Agenda Ngaji Ahad Pagi ini bukan sekadar rutinitas, melainkan ikhtiar AMM Imogiri untuk memperkuat literasi keagamaan dan silaturahmi antarwarga.
”Melihat antusiasme jamaah yang justru semakin memuncak di Ahad terakhir ini adalah energi bagi kami. Ini membuktikan bahwa dahaga akan ilmu agama di Imogiri sangatlah besar,” ujar salah satu panitia penyelenggara.
Acara ditutup dengan doa bersama yang mengharukan, di mana jemaah saling bersalaman dan berharap dapat dipertemukan kembali dengan Ramadan dan majelis ilmu yang sama di tahun mendatang. (Agus Santosa – Jurnalis Muhammadiyah)
