Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah siap menggelar Musyawarah Nasional (Munas) Tarjih ke-XXXIII di Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSURA) pada 5–7 November 2026.
Forum tertinggi ulama Tarjih ini tidak hanya membahas agenda fikih kontemporer, tetapi juga diwarnai dengan napak tilas sejarah perjuangan Pahlawan Nasional KH Mas Mansur serta peluncuran inovasi digital layanan keagamaan.
Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Ustadi Hamzah, dalam konferensi pers di Aula Kantor PP Muhammadiyah Yogyakarta, Senin (2/11/2026), yang didampingi Ketua PP Muhammadiyah Syamsul Anwar dan Ketua Panitia Munas Tarjih Ghoffar Ismail.
Dua Seminar Nasional Strategis
Selain sidang komisi, Munas Tarjih ke-33 dirangkaikan dengan dua seminar nasional. Seminar pertama mengusung tema “Menuju Kedaulatan Pangan Berbasis Nilai Islam: Ikhtiar Ulama untuk Kemaslahatan Bangsa” yang menghadirkan Kepala Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BPMP) Jawa Timur Ismatul Hidayah, Mohammad Soehadha (Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah), dan Elfi Anis Sa’ati (Universitas Muhammadiyah Malang).
Sementara itu, seminar kedua mengangkat tema “Manhaj Tarjih dan Ijtihad Muhammadiyah: Warisan KH Mas Mansur sampai Problem Kebangsaan Masa Kini”. Diskusi ini menghadirkan akademisi UM Sidoarjo Ahmad Jaenuri, Ustadi Hamzah, serta Ketua Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik PP Muhammadiyah Ridho Al-Hamdi.
Napak Tilas Sejarah dan Penghormatan KH Mas Mansur
Pemilihan Surabaya sebagai tuan rumah memiliki nilai historis yang kuat bagi ijtihad Muhammadiyah. Surabaya merupakan kota kelahiran sekaligus medan perjuangan KH Mas Mansur, tokoh Anggota Empat Serangkai yang memelopori tradisi ijtihad kolektif di tubuh organisasi.
“Kiai Mas Mansur adalah peletak dasar ijtihad kolektif sekaligus Ketua Majelis Tarjih PP Muhammadiyah yang pertama,” jelas Ustadi.
Sebagai bentuk penghormatan, panitia menyelenggarakan Muhammadiyah Heritage Walk berupa ziarah dan kunjungan ke rumah kediaman, masjid awal gerakan ketarjihan, hingga makam KH Mas Mansur, sekaligus memberikan penghargaan khusus kepada pihak keluarga. Agenda ini diharapkan mampu menghubungkan spirit perjuangan abad lalu dengan tantangan zaman saat ini.
Inovasi Layanan Keagamaan Digital “Chat HPT”
Menjawab kebutuhan era digital, Majelis Tarjih juga akan meluncurkan layanan Chat HPT. Platform ini dirancang sebagai satu kanal terpadu untuk memudahkan masyarakat mengakses putusan resmi Muhammadiyah di bidang akidah, ibadah, akhlak, maupun muamalah duniawiyah.
Setelah diperkenalkan pada Munas ke-33, Chat HPT direncanakan terintegrasi ke dalam aplikasi Super App Muhammadiyah (MASA) di Play Store dan App Store. Ustadi menegaskan bahwa platform ini secara khusus berfokus pada himpunan putusan resmi Muhammadiyah guna menjamin ketepatan rujukan keagamaan bagi umat. (*/tim)
