Neokomunisme dan Kritik Islam: Menjawab Ideologi Materialistik Modern

Neokomunisme dan Kritik Islam: Menjawab Ideologi Materialistik Modern
*) Oleh : Moh. Mas’al, S.HI, M.Ag
Kepsek SMP Al Fatah Sidoarjo & Anggota MTT PDM Sidoarjo
www.majelistabligh.id -

Komunisme adalah salah satu ideologi besar yang muncul pada abad modern dan memiliki pengaruh luas dalam sejarah dunia. Ia lahir sebagai reaksi terhadap kapitalisme yang dianggap menindas kaum buruh dan menimbulkan kesenjangan sosial. Namun dalam praktiknya, komunisme justru melahirkan problem baru baik secara politik, ekonomi, maupun spiritual.

Islam sebagai agama yang memiliki sistem hidup komprehensif menilai komunisme dengan perspektif yang khas, sebab banyak prinsip dasar komunisme yang bertentangan dengan akidah dan syariat.

Hakikat Ajaran Komunisme

Komunisme digagas oleh Karl Marx (1818–1883) dan Friedrich Engels (1820–1895) dalam Manifesto Komunis (1848). Ajaran pokoknya antara lain:

  1. Materialisme dialektis, yang menafsirkan sejarah sebagai pertarungan kelas.
  2. Penghapusan hak milik pribadi atas alat produksi.
  3. Peniadaan kelas sosial menuju masyarakat tanpa kelas.
  4. Ateisme ideologis, yang menolak agama sebagai bagian hidup.

Marx bahkan menyebut agama sebagai “opium of the people” (candu masyarakat).

Historis-Sosiologis Komunisme

Komunisme pertama kali terwujud dalam Revolusi Bolshevik (1917) di Rusia yang melahirkan Uni Soviet di bawah Lenin, kemudian diteruskan oleh Stalin. Ideologi ini menyebar ke Tiongkok bersama Mao Zedong, ke Kuba bersama Fidel Castro, dan Vietnam bersama Ho Chi Minh.

Secara sosiologis, komunisme hadir sebagai reaksi terhadap kapitalisme abad ke-19 yang menyebabkan kesenjangan, eksploitasi buruh, dan kemiskinan. Akan tetapi, dalam praktik, komunisme justru menghadirkan rezim totaliter yang mengekang kebebasan individu.

Neokomunisme

Setelah kejatuhan Uni Soviet (1991), lahir varian baru yang disebut neokomunisme. Neokomunisme lebih fleksibel, menggabungkan prinsip sosialisme dengan pasar terbatas, seperti di Tiongkok modern. Dalam ranah pemikiran, neokomunisme hadir dalam bentuk teori kritis, gerakan kiri baru, dan perjuangan sosial-budaya.

Kritik Islam terhadap Faham Komunisme

  1. Komunisme dan Ateisme: Pertentangan dengan Tauhid

Komunisme berlandaskan ateisme, menolak keberadaan Tuhan. Islam menegaskan bahwa keimanan kepada Allah adalah fondasi utama kehidupan.

أَفِي اللَّهِ شَكٌّ فَاطِرِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ

Apakah ada keraguan terhadap Allah, Pencipta langit dan bumi?” (QS. Ibrahim: 10).

Al-Qur’an bahkan menyebut orang yang mengingkari ayat Allah sebagai zalim:

وَجَحَدُوا بِهَا وَاسْتَيْقَنَتْهَا أَنفُسُهُمْ ظُلْمًا وَعُلُوًّا

Mereka mengingkarinya, padahal hati mereka meyakini kebenarannya, karena kezaliman dan kesombongan.” (QS. An-Naml: 14).

  1. Hak Milik Pribadi dalam Islam vs Komunisme

Komunisme menghapus hak milik pribadi. Islam justru menegaskan kepemilikan individu dengan tanggung jawab sosial.

كُلُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ حَرَامٌ، دَمُهُ وَمَالُهُ وَعِرْضُهُ

Setiap Muslim haram (diganggu) atas Muslim lainnya: darahnya, hartanya, dan kehormatannya.” (HR. Muslim).

Islam memandang harta sebagai amanah Allah:

وَآتُوهُم مِّن مَّالِ اللَّهِ الَّذِي آتَاكُمْ

“Berikanlah kepada mereka sebagian dari harta Allah yang Dia berikan kepadamu.” (QS. An-Nur: 33).

  1. Keadilan Sosial: Jalan Tengah Islam

Kapitalisme menimbulkan jurang sosial, sedangkan komunisme meniadakan kelas secara paksa. Islam menempuh jalan tengah dengan menegakkan keadilan.

إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ

Sesungguhnya Allah memerintahkan (kamu) untuk berlaku adil dan berbuat kebajikan.” (QS. An-Nahl: 90).

Al-Ghazali menegaskan: “Keadilan adalah asas berdirinya negara, sementara kezhaliman adalah penyebab kejatuhannya.” (Ihya’ Ulum al-Din).

  1. Agama Bukan Candu, Melainkan Cahaya Kehidupan

Komunisme menuduh agama candu. Islam menegaskan agama adalah petunjuk hidup.

وَمَن يَعْشُ عَن ذِكْرِ الرَّحْمَٰنِ نُقَيِّضْ لَهُ شَيْطَانًا فَهُوَ لَهُ قَرِينٌ

“Barangsiapa berpaling dari peringatan (Allah) Yang Maha Pengasih, Kami adakan baginya setan (yang menyesatkannya), maka setan itulah yang menjadi teman dekatnya.” (QS. Az-Zukhruf: 36).

Syekh Abul Hasan an-Nadwi menegaskan bahwa lahirnya ideologi seperti komunisme adalah bukti bahwa ketika manusia meninggalkan agama, maka peradaban jatuh pada kehancuran moral dan spiritual.

  1. Dampak Sosial

Komunisme: menolak agama, mengekang kebebasan, memunculkan rezim diktator.

Islam: menjaga akidah, menyeimbangkan hak individu dan sosial, serta menumbuhkan harmoni dunia-akhirat.

Komunisme muncul sebagai reaksi terhadap kapitalisme, tetapi ide ateistik dan materialistiknya bertentangan dengan Islam. Islam memberikan solusi alternatif: menegakkan tauhid, mengakui kepemilikan harta sebagai amanah, membangun keadilan sosial dengan zakat, infak, sedekah, serta menjadikan agama sebagai cahaya hidup.

Dengan demikian, Islam adalah jalan tengah yang lebih adil, seimbang, dan sesuai fitrah dibanding komunisme maupun kapitalisme.

 

Catatan Kaki

  1. Karl Marx, Contribution to the Critique of Hegel’s Philosophy of Right, 1844.
  2. Karl Marx & Friedrich Engels, The Communist Manifesto, 1848.
  3. Ibn Khaldun, Muqaddimah, Beirut: Dar al-Fikr.
  4. Al-Ghazali, Ihya’ Ulum al-Din.
  5. Muslim bin al-Hajjaj, Sahih Muslim, Kitab al-Birr wa al-Silah.
  6. Abul Hasan an-Nadwi, Maza Khasira al-‘Alam bi Inhitat al-Muslimin.
  7. Al-Qur’an: QS. Ibrahim: 10; QS. An-Naml: 14; QS. An-Nur: 33; QS. An-Nahl: 90; QS. Az-Zukhruf: 36.

 

Tinggalkan Balasan

Search