Nikmat Yang Paling Nikmat Adalah Adanya Rasa Aman

Nikmat Yang Paling Nikmat Adalah Adanya Rasa Aman
*) Oleh : Dr. Ajang Kusmana
Dosen Universitas Muhammadiyah Malang
www.majelistabligh.id -

“Nikmat aman” merujuk pada perasaan aman dan tenteram dalam hidup yang merupakan salah satu nikmat terbesar yang diberikan Allah SWT, karena rasa aman adalah anugerah yang sangat berharga, melebihi kesehatan atau harta jika tidak disertai keamanan. Dengan adanya rasa aman, manusia dapat menjalani hidup dengan tenang, melakukan aktivitas duniawi dan keagamaan dengan baik, seperti salat, ibadah haji dan dakwah.

Rasa aman adalah kebutuhan fundamental yang memungkinkan manusia untuk hidup tenang dan tidak terancam.

Keamanan di rumah, kesehatan, dan makanan yang cukup dapat memberikan kebahagiaan duniawi yang lengkap, seolah dunia telah ada di tangan seseorang, seperti yang disebutkan dalam hadis.

Tanpa rasa aman, sulit untuk beraktivitas dengan baik. Agama Islam memberikan keringanan ibadah dalam kondisi tidak aman, seperti tidak wajib haji jika perjalanan tidak aman.

Kalimat مَنْ أَصْبَحَ مِنْكُمْ آمِنًا فِى سِرْبِهِ مُعَافًى فِى جَسَدِهِ (Man ashbaha minkum âminan fî sirbihi mu’âfan fî jasadih) memiliki arti, “Siapa saja di antara kalian yang bangun pagi dalam keadaan aman di rumahnya, dan sehat badannya.” Kalimat ini merupakan bagian dari sebuah hadis yang menjelaskan tiga nikmat besar yang jika dimiliki seseorang, seolah-olah dunia telah terkumpul pada dirinya: rasa aman, kesehatan badan, dan makanan pokok pada hari itu.

Berikut penjelasan lebih rinci mengenai masing-masing bagian:
• مَنْ أَصْبَحَ مِنْكُمْ (Man ashbaha minkum): “Siapa saja di antara kalian yang bangun pagi”.
• آمِنًا فِى سِرْبِهِ (âminan fî sirbihi): “Aman di tempat tinggalnya” atau “aman pada diri, keluarga, dan masyarakatnya”.
• مُعَافًى فِى جَسَدِهِ (mu’âfan fî jasadih): “Sehat badannya” atau “dalam keadaan sehat dan tidak sakit”.

Hadis ini, yang diriwayatkan oleh Tirmidzi dan Ibnu Majah, mengajarkan pentingnya bersyukur atas nikmat keamanan dan kesehatan yang sering dianggap remeh. Memiliki ketiga nikmat tersebut adalah kebahagiaan yang luar biasa, bahkan setara dengan memiliki seluruh dunia

Nikmat yang paling nikmat adalah adanya rasa aman. Oleh karena itu Allah menyebutkan bahwa ujian yang disebutkan pertama kali adalah ujian rasa takut (yang sedikit). (Lihat QS. al-Baqarah: 155).
Rasa aman lebih baik dari nikmat sehat dan lainnya.

Kita lihat Yaman, Sudan, Palestina dan semuanya negara kaum muslimin yang porak poranda dengan perang, miris kita melihatnya.
Allah ﷻ berfirman dalam Al-Qur’an Surat Fatir Ayat 3:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱذْكُرُوا۟ نِعْمَتَ ٱللَّهِ عَلَيْكُمْ ۚ هَلْ مِنْ خَٰلِقٍ غَيْرُ ٱللَّهِ يَرْزُقُكُم مِّنَ ٱلسَّمَآءِ وَٱلْأَرْضِ ۚ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ فَأَنَّىٰ تُؤْفَكُونَ

Hai manusia, ingatlah akan nikmat Allah kepadamu. Adakah pencipta selain Allah yang dapat memberikan rezeki kepada kamu dari langit dan bumi? Tidak ada Tuhan selain Dia; maka mengapakah kamu berpaling (dari ketauhidan)?

Standar aman adalah:
1. Kenyamanan dan hilangnya rasa takut
2. Ada rezeki hingga bisa survive untuk hidup.

Allah ﷻ berfirman dalam Al-Qur’an:

وَضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا قَرْيَةً كَانَتْ آَمِنَةً مُطْمَئِنَّةً يَأْتِيهَا رِزْقُهَا رَغَدًا مِنْ كُلِّ مَكَانٍ فَكَفَرَتْ بِأَنْعُمِ اللَّهِ فَأَذَاقَهَا اللَّهُ لِبَاسَ الْجُوعِ وَالْخَوْفِ بِمَا كَانُوا يَصْنَعُونَ

Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezkinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk)nya mengingkari nikmat-nikmat Allah; karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat” (QS. An Nahl: 112).

Tinggalkan Balasan

Search