Dari ’Ubaidillah bin Mihshan Al Anshary dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,
مَنْ أَصْبَحَ مِنْكُمْ آمِنًا فِى سِرْبِهِ مُعَافًى فِى جَسَدِهِ عِنْدَهُ قُوتُ يَوْمِهِ فَكَأَنَّمَا حِيزَتْ لَهُ الدُّنْيَا
“Barangsiapa di antara kalian mendapatkan rasa aman di rumahnya (pada diri, keluarga dan masyarakatnya), diberikan kesehatan badan, dan memiliki makanan pokok pada hari itu di rumahnya, maka seakan-akan dunia telah terkumpul pada dirinya.” (HR. Tirmidzi no. 2346, Ibnu Majah no. 4141. Abu ’Isa mengatakan bahwa hadits ini hasan ghorib).
Nikmat aman adalah nikmat terbesar, karena dengannya seluruh nikmat yang lain bisa tegak. Dengannya kita bisa beribadah dengan aman dan nyaman.
Maka Ibrahim berdo’a:
رَبِّ اجْعَلْ هَذَا بَلَدًا آمِنًا وَارْزُقْ أَهْلَهُ مِنْ الثَّمَرَاتِ مَنْ آمَنَ مِنْهُمْ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ
ʀᴀʙʙɪᴊ’ᴀʟ ʜᴀᴅᴢᴀ ʙᴀʟᴀᴅᴀɴ ᴀᴀᴍɪɴᴀɴ ᴡᴀʀᴢᴜQ ᴀʜʟᴀʜᴜ ᴍɪɴᴀꜱᴛ ꜱᴛᴀᴍᴀʀᴀᴀᴛɪ ᴍᴀɴ ᴀᴀᴍᴀɴᴀ ᴍɪɴʜᴜᴍ ʙɪʟʟᴀʜɪ ᴡᴀʟʏᴀᴜᴍɪʟ ᴀᴀᴋʜɪʀ
“Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini, negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezeki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman diantara mereka kepada Allah dan hari kemudian”.
Doa ini sebagaimana dipanjatkan Nabi Ibrahim Alaihissalam dan diabadikan dalam surah al-Baqarah: 126.
Kenapa nikmat aman penting?
1. Nikmat aman di atas nikmat lainnya.
Nikmat aman tidak diperoleh Nabi ﷺ hingga beliau berhijrah dua kali yaitu ke Madinah dan Habasyah. Demikian juga Nabi ﷺ menandatangani perjanjian Hudaibiyah untuk mendapatkan rasa aman, kelegaan untuk beribadah. Dengannya dakwah bisa lebih luas.
2. Dengan nikmat aman, maka rezeki akan datang dengan lancar.
3. Jika aman, maka rezeki yang diterima bisa dinikmati dengan enak.
Ar-Razi rahimahullah berkata,
سئل بعض العلماء: الأمن أفضل أم الصحة؟ فقال: الأمن أفضل، والدليل عليه أن شاة لو انكسرت رجلها فإنها تصح بعد زمان ولو أنها ربطت في موضع وربط بالقرب منها ذئب فإنها تمسك عن العلف ولا تتناوله إلى أن تموت، وذلك يدل على أن الضرر الحاصل من الخوف أشد من الضرر الحاصل من ألم الجَسَد”
“Sebagian ulama ditanya, apakah rasa aman lebih baik dari kesehatan? Maka jawabannya rasa aman labih baik. Dalilnya adalah seandainya kambing kakiknya patah maka akan sembuh beberapa waktu lagi… kemudian seandainya kambing diikat pada usatu tempat dekat dengan serigala, maka ia tidak akan makan sampai mati. Hal ini menunjukkah bahwa bahaya yang akibat rasa takut lebih besar daripada rasa sakit di badan” (Tafsir al-Kabir, 19/107).
2. Contoh negeri Aman
Negeri Makkah adalah contoh negeri yang aman, karena adanya Ka’bah sehingga dimuliakan Allah ﷻ dan Allah ﷻ berikan mereka rezeki. Allah Ta’ala berfirman:
لِإِيلَافِ قُرَيْشٍ (1) إِيلَافِهِمْ رِحْلَةَ الشِّتَاءِ وَالصَّيْفِ (2) فَلْيَعْبُدُوا رَبَّ هَذَا الْبَيْتِ (3) الَّذِي أَطْعَمَهُمْ مِنْ جُوعٍ وَآَمَنَهُمْ مِنْ خَوْفٍ (4)
“Karena kebiasaan orang-orang Quraisy, (yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas. Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan Pemilik rumah ini (Ka’bah). Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan.” (QS. Al Quraisy: 1-4)
