Negeri Makkah yang kering tanpa pemasukan diberi rezeki Allah ﷻ kemampuan dalam berdagang seperti ayat di atas. Budaya mereka adalah Al-itifar atau Al-itifad yaitu mati berjama’ah di padang pasir karena tidak mampu berdagang.
Hasyim bin Abdul Manaf adalah tokoh yang memutus budaya Jahiliyah tersebut. Yaitu orang-orang kaya disuruh membantu mereka dan mengajari berdagang. Maka dalam ayat ke 4 Allah ﷻ berfirman: Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan.
Gara-gara mengingkari nikmat, akhirnya datanglah musibah. Bentuk dari menginkari nikmat adalah dengan mendustakan ajaran Rasul.
Bahkan di surgaNya, yang dituju adalah negeri yang aman. Allah ﷻ berfirman dalam Al-Qur’an Surat Al-Hijr Ayat 46:
ٱدْخُلُوهَا بِسَلَٰمٍ ءَامِنِينَ
(Dikatakan kepada mereka): “Masuklah ke dalamnya dengan sejahtera lagi aman”
3. Apa yang bisa kita lakukan?
1. Hadirkan kesadaran dan syukur atas nikmat aman. Sejarah membuktikan: Saba’ dulu negeri yang aman karena kufur dan dicabutlah nikmat tersebut.
Sample kedua, negri India juga pernah berjaya & makmur, sehingga dulu sebagian masyarakat Khalij pernah berbondong-bondong mengunjungi negri India, untuk mencari pekerjaan sebagai tenaga kerja, namun kondisi itu hari ini justru berbalik.
Hari-hari & kondisi terus dipergilirkan oleh Allâh, tidak ada nikmat, kenyamanan bahkan kesusahan, kesulitan yang abadi, ia bisa berganti dalam sesaat tanpa pernah diprediksi.
2. Terus berdakwah menebar ilmu agar masyarakat paham akan pentingnya ilmu.
3. Wujudkan tauhid. Yaitu dengan menjauhi kesyirikan.
4. Kerjasama dengan pemerintah dalam hal yang makruf.
– Korupsi adalah sumber bencana, maka penting dalam penegakan hukum, tetapi juga jangan membuat makar sebagai sumber perpecahan.
– Jaga nikmat aman yang ada.
