Ketika engkau dihina, jangan biarkan hatimu ikut menjadi hina.
Jika ucapan itu benar, jadikan ia cermin untuk memperbaiki diri.
Jika ia dusta, biarkan ia berlalu seperti angin.
Nilaimu tidak ditentukan oleh lisan manusia, tetapi oleh kesabaran dan akhlakmu.
Orang yang kuat bukan orang yang pandai membalas, melainkan yang mampu menahan diri saat mampu membalas.
Firman Allah,
وَا لْكٰظِمِيْنَ الْغَيْظَ وَا لْعَا فِيْنَ عَنِ النَّا سِ ۗ وَا للّٰهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَ
“… dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan.” (QS Ali ‘Imran 3: 134)
Semoga bermanfaat.
