Obsesi Generasi Pengganti Dalam Doa

Obsesi Generasi Pengganti Dalam Doa
*) Oleh : Masroin Assafani
Wakil Ketua PDM Kabupaten Lamongan
www.majelistabligh.id -

Jauh menerawang, bahwa kehidupan akan berlanjut. Dengan berlanjut maka butuh generasi pengganti. Patah tumbuh hilang berganti itulah bagian kehidupan. Maka sebagaimana Nabi Zakaria memohon.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

هُنَا لِكَ دَعَا زَكَرِيَّا رَبَّهٗ ۚ قَا لَ رَبِّ هَبْ لِيْ مِنْ لَّدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً ۚ اِنَّكَ سَمِيْعُ الدُّعَآءِ

Di sanalah Zakaria berdoa kepada Tuhannya. Dia berkata, “Ya Tuhanku, berilah aku keturunan yang baik dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa.“”
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 38)

Kandungan Ayat
– Doa Nabi Zakaria ;
1. Obsesi Doa; Dia berkata, “Ya Tuhanku, berilah aku keturunan yang baik dari sisi-Mu
2. Sasaran doa ; “Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa.””

Catatan
– Zakariya berfikir jauh untuk menyiapkan generasi pelangsung.
– Zakaria secara tidak langsung menginginkan demografi, yang mana dunia harus diisi penduduk yang berkualitas.
– Dan obsesinya hanya ditujukan kepada sang pencipta.
–  Zakaria menyatukan perasaan dan lisan hanya tertuju pada Zat yang Maha Mendengar, dan itulah yang        menggelora dalam jiwanya.

Sebagaimana doa Zakaria dalam Qs. Al Ambiya’ sebagai berikut , Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَزَكَرِيَّاۤ اِذْ نَا دٰى رَبَّهٗ رَبِّ لَا تَذَرْنِيْ فَرْدًا وَّاَنْتَ خَيْرُ الْوٰرِثِيْنَ

Dan (ingatlah kisah) Zakaria, ketika dia berdoa kepada Tuhannya, “Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan aku hidup seorang diri (tanpa keturunan) dan Engkaulah adalah sebaik-baik waris
.””
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 89)

Kandungan Ayat
Sebuah pertunjukan kisah; “Dan (ingatlah kisah) Zakaria, ketika dia berdoa kepada Tuhannya ;
1. Curhatan Jiwa ; “Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan aku hidup seorang diri (tanpa keturunan)
2. Curhatan sekaligus sanjungan ; “dan Engkaulah sedang Engkau adalah sebaik-baik waris

Pelajaran yang agung
Pertama ; Dari harapan Nabi Zakaria yang tulus, bahwa keberlangsungan kehidupan harus berlanjut, maka mengadu kepada Allah merupakan hal sangat istimewa.
Kedua ; Curhatan jiwa dengan mendalam penuh harapan, bahwa demografi amatlah penting di masa tua bagi orang tua.
Ketiga ; Orang yang sudah tua, bahkan renta berharap ada yang merawatnya.
Keempat ; Begitupula penyambung keturunan sangatlah penting, sebab keturunan adalah tangan kepanjangan masa depan kehidupan.
Kelima ; Dan harapan kehidupan di masa depan yang seakan mustahil ternyata dipenuhi oleh Allah SWT. Karena hanya Allah pewaris semua, maka hambanya minta bagian dari warisan tersebut.

رَبِّ لَا تَذَرْنِيْ فَرْدًا وَّاَنْتَ خَيْرُ الْوٰرِثِيْنَ ، آمين

Tinggalkan Balasan

Search