Orang yang Panjang Penderitaannya

*) Oleh : Dr. Ajang Kusmana
Pengajar Mata Kuliah AIK UMM
www.majelistabligh.id -

Imam Asy-Shatibi dalam kitab Al-Muwafaqat (1/361) yang menjelaskan tentang bahaya dosa jariyah sebagai berikut:

“Orang yang penderitaannya panjang adalah orang yang wafat namun dosa-dosanya terus mengalir selama seratus, dua ratus tahun, dan ia terus diadzab di kuburnya sebab dosa tersebut..” (Al Muwafaqot 1/361)

Orang yang paling panjang penderitaannya adalah mereka yang telah meninggal dunia, namun tetap menanggung aliran dosa dari keburukan yang semasa hidupnya ia amalkan, ajarkan, contohkan, dan disebarkan.

Siksaan atau azab kubur orang tersebut akan terus berlangsung selama kemaksiatan yang ia tinggalkan masih dikerjakan atau diikuti oleh orang lain.

Hal ini tercantum dalam Al Muwafaqot karya Imam Asy-Shatibi mengenai seseorang yang merasa bangga atau suka ketika perbuatan maksiatnya ditiru oleh orang lain.

Sehingga ia menanggung dosa dosa mereka dan terus diadzab di kuburnya selama dosa itu masih diikuti manusia.

Nabi shollallaahu ‘alayhi wasallam bersabda,

وَمَنْ سَنَّ فِي الْإِسْلَامِ سُنَّةً سَيِّئَةً فَعُمِلَ بِهَا بَعْدَهُ كُتِبَ عَلَيْهِ مِثْلُ وِزْرِ مَنْ عَمِلَ بِهَا ، وَلَا يَنْقُصُ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَيْءٌ

“Dan siapa yang mecontohkan perbuatan yang buruk dalam islam lalu diamalkan (oleh manusia) setelah wafatnya maka ditulis untuknya dosa semua orang yang melakukannya tanpa mengurangi dosa mereka sedikitpun..” (HR. Muslim no 1017)

Aliran Dosa Jariyah: Seseorang yang pertama kali memulai, merintis, atau memberi contoh perbuatan buruk (kemaksiatan, bid’ah yang sesat, atau hukum zalim) akan menanggung dosa setiap orang yang menirukan atau mengamalkannya setelah ia wafat.

Beban Dosa Penuh: Orang yang merintis keburukan tersebut mendapat beban dosa yang sama persis seperti orang yang melakukannya, tanpa mengurangi dosa pelaku asli sedikit pun.

Bahaya Pelopor Kejahatan: Menunjukkan betapa besar bahaya menjadi pelopor atau teladan dalam kemaksiatan, karena aliran dosa akan terus mengalir kendati ia sudah meninggal dunia. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Search