Perwakilan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surakarta, Bagus Sukatno menyampaikan penguatan kader melalui kepanduan merupakan bagian dari ikhtiar Muhammadiyah dalam mewujudkan cita-cita bangsa dan membangun generasi berakhlak mulia.
Menurutnya, pendidikan karakter melalui kepanduan sangat relevan di tengah berbagai tantangan bangsa saat ini. Ia menyoroti pentingnya optimalisasi anggaran pendidikan dan kesejahteraan guru agar proses pembinaan generasi berjalan maksimal.
“Kegiatan seperti ini sangat strategis untuk melahirkan kader-kader bangsa yang berketuhanan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, dan siap melanjutkan perjuangan. HW memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda,” katanya saat menyampaikan sambutan pada Orientasi dan Upgrading Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Kesiswaan serta Pelatih Qabilah tingkat atfal, pengenal, dan penghela, Sabtu–Ahad (14–15/2/2026).

Kegiatan yang diselenggarkan Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan (HW) Kwartir Daerah (Kwarda) Kota Surakarta berlangsung di SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat diikuti 107 peserta.
Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas kepemimpinan dan managerial Wakasek Kesiswaan serta meningkatkan kompetensi pelatih dalam mengembangkan kegiatan kepanduan di sekolah-sekolah Muhammadiyah se-Kota Surakarta.
Ketua Kwarda HW Kota Surakarta, Ramanda Parimin menyampaikan, orientasi dan upgrading ini menjadi langkah strategis untuk memajukan dan mengembangkan Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan di Kota Bengawan.
“Alhamdulillah kegiatan ini diikuti 107 peserta. Kami berharap para pelatih dan Wakasek Kesiswaan benar-benar mampu memajukan serta mengembangkan kegiatan Hizbul Wathan di masing-masing qabilah. Materi akan disampaikan secara maraton hingga besok, menyesuaikan kebutuhan peserta,” ujarnya.
Ia menegaskan, HW Surakarta harus terus unggul, berkembang pesat, dan berkemajuan. Melalui pelatihan ini, diharapkan lahir pelatih-pelatih yang profesional dan berdedikasi dalam membina generasi muda.
Orientasi dan upgrading ini diisi dengan penguatan materi kepemimpinan, manajemen kesiswaan, serta strategi pembinaan qabilah. Para peserta juga mendapatkan pembekalan terkait penguatan ideologi, pengembangan program, dan tata kelola kegiatan kepanduan di lingkungan sekolah.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Kwarda HW Kota Surakarta berharap sinergi antara sekolah dan kepanduan semakin solid, sehingga Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan mampu menjadi garda terdepan dalam membentuk generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045. (sugiharko – kontributor surakarta)
