*)Oleh: Masroin Assafani
Wakil Ketua PDM Lamongan
Pahala dan karunia atau anugerah Allah SWT terhadap hambanya tidaklah terbatas, begitu besarnya.
Manusia makhluk yang begitu dominan di dalam menerima anugerah Ilahi, maka beruntunglan bagi orang-orang yang pandai mensyukuri karunia Ilahi.
Namun amatlah nestapa bagi orang-orang yang tidak tahu diri di dalam mengarungi hidup yang penuh dengan anugerah yang begitu besar dari Allah yang Maha Suci, Maha Pengasih.
📗 Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
لِيُوَفِّيَهُمْ اُجُوْرَهُمْ وَيَزِيْدَهُمْ مِّنْ فَضْلِهٖ ۗ اِنَّهٗ غَفُوْرٌ شَكُوْرٌ
“agar Allah menyempurnakan pahalanya kepada mereka dan menambah karunia-Nya. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Mensyukuri.”
(QS. Fatir 35: Ayat 30)
📚 Kandungan Ayat
1. Pahala dan Karunia ; “agar Allah menyempurnakan pahalanya kepada mereka dan menambah karunia-Nya.
2. Maha Pengampun, Maha Mensyukuri ; “Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Mensyukuri.”
🌻 Ibrah
1. Allah menyempurnakan pahala ialah Allah memberi pahala sesuai yang dijanjikan, dan tidak dikurangi sedikitpun bahkan dilipat gandakan, bahkan Allah memberikan tambahan karunianya. Karunia maupun anugerah begitu besar teruntuk manusia.
2. Ampunan yaitu penghapusan dosa hambanya dan kesyukuran yaitu menambah nikmat serta berkah kepada hambanya yang mentaatinya dan pandai bersyukur pada-Nya. Qs. Ibrahim; 7
🖍️ Catatan
Orang-orang yang menjalankan perintah, berbuat kebaikan, maka Allah melipatgandakan pahala pelakunya. Qs. Al-Baqarah; 261, 265, Qs. Al-An’am; 160, Qs. Saba’; 37, Qs. Al-Hadid; 11
💍 Hikmah
Kebaikan yang kau tanam, akan melahirkan tiga magnit, yaitu magnit pahala, karunia dan kasih sayang manusia.
🤲 Doa Mohon Ampunan Dan Rahmat
رَبَّنَا آمَنَّا فَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا وَأَنتَ خَيْرُ الرَّاحِمِينَ
Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat dan Engkau adalah Pemberi rahmat Yang Paling Baik QS. Al-Mukminun 109
Penjelasan:
Pada ayat ini, Allah SWT menerangkan tentang sebab musabab mereka disiksa dan diazab serta jawabnya dengan jawaban yang menghina atas permintaan mereka kembali ke dunia, yaitu karena ada di antara hamba-hamba Allah yang telah beriman, seperti Bilal, Khabbab, Suhaib dan lain-lain dari orang-orang mukmin yang lemah, selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT, menegaskan ikrar dan pengakuannya telah beriman kepada-Nya, membenarkan Rasul-rasul yang diutus oleh-Nya, Senantiasa meminta ampun dan memohon rahmat kepada-Nya karena Dialah pemberi rahmat yang sebaik-baiknya, tetapi orang-orang kafir menghadapi orang-orang mukmin itu dengan sikap mengejek. Mereka mengejek dan menertawakan orang-orang mukmin dengan nada menghina terutama perlakuan yang ditujukan oleh Abu Jahal sendiri. Pada ayat ini, Allah SWT menerangkan bahwa atas kesibukan mereka mengejek dan menertawakan orang-orang mukmin, sehingga mereka lupa mengingat Allah. (*)
