Hari Pahlawan 10 November adalah momen penting bagi bangsa Indonesia untuk mengenang jasa para pejuang dan kusuma bangsa yang telah berjuang untuk menjaga kemerdekaan dan kedaulatan negara. Tema “Pahlawanku Teladanku, Terus Bergerak, Melanjutkan Perjuangan” menjadi panduan dan identitas dalam peringatan nasional tahun ini.
Pahlawan bukan hanya mereka yang mendapatkan gelar, tetapi juga mereka yang melakukan aksi kepahlawanan di tengah masyarakat. Seorang petugas pemadam kebakaran yang tanpa takut menerobos kobaran api demi untuk menyelamatkan nyawa orang, penjaga pantai yang berani menerjang ombak besar demi untuk menyelematkan korban yang terseret arus, petugas penanggulangan bencana yang karena kegigihannya berhasil menyelamatkan nyawa seseorang dari reruntuhan bangunan, adalah beberapa contoh aksi kepahlawanan.
Namun, pergeseran makna pahlawan terjadi disebabkan oleh beberapa hal, seperti perubahan konteks sosial dan politik, perkembangan teknologi dan media sosial, perubahan nilai dan orientasi masyarakat, serta media sosial yang memberi ruang bagi individu biasa untuk tampil dan dikenal karena aksi sosialnya.
Media sosial bisa menampilkan “wajah” dalam rupa apa saja: asli atau palsu, baik atau buruk, benar atau salah. Kebenaran bisa dikemas sebagai kebatilan, atau sebaliknya. Kepalsuan bisa ditampilkan sebagai keaslian. Algoritma media sosial tidak punya nilai moral, tujuannya sederhana hanya menampilkan konten yang membuat pengguna bertahan lebih lama.
Oleh karena itu, kita harus berhati-hati dalam menilai kepahlawanan seseorang. Pahlawan lahir dari aksi kepahlawanan yang otentik, bukan proses yang manipulatif. Kita harus menjaga agar kebaikan itu tidak kehilangan makna karena ingin dilihat.
Dalam era media sosial, kepahlawanan sering kali lebih mudah ditampilkan daripada dijalankan. Tantangan kita bukan hanya berbuat baik, tetapi menjaga agar kebaikan itu tidak kehilangan makna karena ingin dilihat. Selamat Hari Pahlawan.
Kita harus terus bergerak maju, meninggalkan warisan perjuangan para pahlawan, dan membangun masa depan Indonesia yang lebih baik. Hari Pahlawan 2025 menjadi momentum penting bagi kita untuk merefleksikan nilai-nilai keteladanan yang dapat kita adopsi di zaman yang berbeda.
Nilai-nilai seperti nasionalisme, keberanian, integritas, dan semangat persatuan harus menjadi semangat juang kita dalam membangun bangsa. Dengan demikian, kita dapat membangun Indonesia yang lebih baik dan lebih maju.
Kita harus terus bergerak maju, meninggalkan warisan perjuangan para pahlawan, dan membangun masa depan Indonesia yang lebih baik. Hari Pahlawan 2025 menjadi momentum penting bagi kita untuk menghormati jasa pahlawan dan menatap masa depan Indonesia.
Dengan semangat “Pahlawanku Teladanku, Terus Bergerak, Melanjutkan Perjuangan”, kita dapat membangun Indonesia yang lebih baik dan lebih maju. (*)
