Panggilan Senja: Jendela Taubat Sang Musafir

Panggilan Senja: Jendela Taubat Sang Musafir
*) Oleh : Ubaidillah Ichsan, S.Pd. K. Mdy
Tapak Suci Putra Muhammadiyah (TSPM) Pimda 030 Jombang
www.majelistabligh.id -

“Whoever makes the Hereafter his goal, Allah will place richness in his heart and gather his affairs together”
“(Barangsiapa menjadikan akhirat tujuannya, Allah akan menjadikan kekayaan di hatinya dan menghimpun urusannya)”

​Saat usia merangkak, kekuatan fisik merosot, pandangan kabur, dan uban memutih, sejatinya ini adalah alarm ilahi. Allah SWT berfirman,
وَمَن نُّعَمِّرْهُ نُنَكِّسْهُ فِى ٱلْخَلْقِ ۖ أَفَلَا يَعْقِلُونَ
Artinya:
“Dan barang siapa yang Kami panjangkan umurnya niscaya Kami kembalikan dia kepada kejadian (semula). Maka mengapa mereka tidak mengerti?“(Qs. Yasin: 68).

​Tafsir Al-Muyassar menjelaskan ayat ini sebagai pengingat bahwa setelah fase kuat, manusia kembali melemah, mengingatkan pada kefanaan. Dalam hadis, Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda,

أَعْذَرَ اللَّهُ إِلَى امْرِئٍ أَخَّرَ أَجَلَهُ حَتَّى بَلَّغَهُ سِتِّينَ سَنَةً
Artinya:
Allah memberi udzur kepada seseorang yang Dia akhirkan ajalnya, hingga sampai usia 60 tahun.” (HR. Bukhari No. 6419)

Hadis ini menjelaskan bahwa Allah memberikan kesempatan (uzur) sampai usia 60 tahun. Setelah usia tersebut, Allah tidak lagi menerima alasan karena tidak ada lagi alasan untuk menunda amal baik. Ini berarti, setelah usia 60 tahun, seseorang seharusnya fokus untuk ibadah dan taat kepada Allah, karena kesempatan untuk melakukan hal tersebut telah diberikan cukup panjang.

​Oleh sebab itu, Manusia yang cerdas adalah yang mengindahkan “Panggilan Senja” ini, bersegera memperbanyak amal salih sebagai bekal utama agar selamat dan beruntung di dunia dan akhirat.

Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Search