Paradigma Pendidikan Agama Islam di Era Transformasi Digital

Paradigma Pendidikan Agama Islam di Era Transformasi Digital
www.majelistabligh.id -

Dunia pendidikan Islam kembali mendapatkan angin segar melalui rilis buku baru berjudul Paradigma Pendidikan Agama Islam di Era Transformasi Digital.

Buku setebal 114 halaman ini ditulis oleh kader muda Muhammadiyah, Nashrul Mu’minin, bersama para akademisi nasional. Resmi diterbitkan oleh PT Penerbit Naga Pustaka pada 16 Agustus 2025, buku ini sudah terdaftar di IKAPI dengan ISBN 978-634-7346-07-0.

Kehadirannya bak oase pemikiran di tengah derasnya arus digitalisasi yang mengubah berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan agama. Penulis menyuguhkan pembaruan dalam penyampaian nilai-nilai Islam yang tetap berpijak pada Al-Qur’an dan As-Sunnah, sekaligus akrab dengan gaya hidup generasi digital.

Pendekatan ini menjembatani kebutuhan pendidikan agama yang kontekstual, komunikatif, serta menyentuh realitas generasi muda—baik di dunia nyata maupun dunia maya.

Buku ini dibuka dengan pengantar yang menekankan makna dan karakteristik Pendidikan Agama Islam (PAI). Di dalamnya ditegaskan bahwa PAI tidak hanya membangun iman dan akhlak, tetapi juga mempersiapkan generasi muslim untuk mampu menjadi khalifah di tengah tantangan teknologi.

Transformasi digital dijelaskan secara sistematis: mulai dari perubahan metode belajar, dinamika hubungan guru-siswa, hingga pemanfaatan teknologi sebagai media pembelajaran yang dinamis.

Salah satu kekuatan utama buku ini adalah strategi konkret yang ditawarkan. Nashrul Mu’minin menuliskan pengembangan kompetensi guru berbasis TIK, model pembelajaran digital interaktif, hingga evaluasi berbasis daring yang etis. Konsep blended learning dan flipped classroom juga diperkenalkan sebagai metode relevan di era digital.

Lebih jauh, buku ini menyoroti integrasi nilai-nilai Islam dalam ekosistem digital. Dari literasi digital yang beretika, pemanfaatan media berbasis Islam, hingga penekanan pentingnya akhlak di ruang digital.

Tidak hanya fokus di ruang kelas, buku ini juga mengangkat isu-isu kekinian: mulai dari kurikulum PAI digital, peran Al-Qur’an dan hadis dalam pembelajaran daring, hingga fenomena hoaks, radikalisme digital, dan degradasi moral akibat media sosial. Semua disajikan dalam kerangka Islam yang progresif dan aplikatif.

Penulisan buku ini turut melibatkan para tokoh pendidikan seperti Lely Nur Hidayah Syafitri, Ardi Azhar Nampira, Mursyidi, dan Arnes Yuli Vandika, dengan penyuntingan oleh Amelia Charolina.

Kehadiran Paradigma Pendidikan Agama Islam di Era Transformasi Digital menjadi bukti nyata bahwa kader muda Muhammadiyah mampu berkontribusi strategis di tengah perubahan zaman. Buku ini layak menjadi rujukan bagi guru, mahasiswa, orang tua, hingga pengambil kebijakan.

Lebih dari sekadar narasi akademis, karya ini menegaskan posisi pendidikan Islam sebagai pilar penting dalam membentuk generasi cerdas teknologi, berkarakter kuat, dan siap bersaing di panggung global.

Buku ini bukan hanya milik kalangan akademisi, tetapi juga milik siapa saja yang ingin melihat Islam hadir bermartabat di tengah pusaran zaman digital. (nm/afifun nidlom)

Tinggalkan Balasan

Search