Lingkungan akademik dan persahabatan lintas budaya kini menjadi pintu masuk efektif dalam memperkenalkan nilai-nilai Islam Berkemajuan di daratan Eropa. Hal ini mengemuka dalam forum Beyond Motivation: Turning Ideas Into Impact yang digelar Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Hungaria bekerja sama dengan John von Neumann University di Budapest, Sabtu (17/10/2026).
Ketua PCIM Hungaria, Ahmad Harakan, menegaskan bahwa perjumpaan antabangsa di kampus merupakan peluang strategis untuk memperlihatkan karakter dakwah Muhammadiyah yang ramah, inklusif, dan mencerahkan.
“Kami ingin Muhammadiyah makin dikenal melalui kontribusi nyatanya. Acara ini menjadi wadah mempertemukan gagasan, membangun jaringan, sekaligus memperkenalkan Islam Berkemajuan kepada masyarakat internasional,” ujar Harakan.
Ia menambahkan, internasionalisasi Muhammadiyah tidak sekadar memperluas struktur organisasi ke luar negeri, tetapi juga tentang sejauh mana kehadiran kader mampu membawa kemaslahatan dan merajut hubungan harmonis dengan warga lokal. Langkah ini selaras dengan Risalah Islam Berkemajuan yang menempatkan dakwah pencerahan demi kemanusiaan universal.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Majelis Pustaka dan Informasi PCIM Hungaria, Try Hardyanthi, menekankan pentingnya pendekatan personal dan komunikasi antarbudaya. Menurutnya, pemahaman terhadap dakwah Muhammadiyah sering kali tumbuh dari interaksi sehari-hari.
“Masyarakat internasional kerap mengenal Muhammadiyah dari pengalaman langsung, termasuk lewat jalinan pertemanan. Ketika ruang dialog itu terbuka, pemahaman positif akan tumbuh secara alami,” ungkap Try.
Melalui sinergi pendidikan dan pertukaran gagasan ini, PCIM Hungaria berkomitmen untuk terus membuka ruang-ruang perjumpaan serupa. Harapannya, jejaring jejaring sosial dan diplomasi budaya ini dapat semakin menguatkan eksistensi Muhammadiyah, tidak hanya di Hungaria, tetapi juga di seluruh kawasan Eropa Tengah dan Timur. (*/tim)
