Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya terus berkomitmen meningkatkan kualitas, profesionalisme pengasuhan, serta tata kelola Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di Kota Pahlawan. Langkah strategis tersebut diwujudkan melalui rencana pembentukan lembaga baru bernama Pusat Pengembangan Sumber Daya Insani Muhammadiyah (PPSDIM).
Inisiasi dan pemantapan pendirian lembaga ini digodok dalam Rapat Koordinasi Trainer MTC Wonosalam Jombang yang digelar di Kantor PDM, Jl. Wuni No. 9 Surabaya, pada Kamis (22/10/2026).
Pertemuan tersebut dihadiri jajaran pimpinan, akademisi, serta tokoh pendidikan Muhammadiyah Surabaya, di antaranya Dikky Shadqomullah, M.HES., Prof. Dr. Sujinah, M.Pd., Drs. Sya’roni, M.Pd., Dra. Mamik Suparmi, M.M., Shodiqun, S.Pd., M.M., Dr. Ratno Abidin, S.Pd., M.Pd., Ir. Sudarusman, Astajab, S.Pd., M.M., Mukhlasin, M.Pd., Ferry Yudi A. Saputro, M.Pd.I., Umi Syarofah, M.Pd.I., dan Dra. Nurul Kartika.
Sekretaris PDM Kota Surabaya, Drs. H. Catur Anang Hutoyo, M.Pd., menegaskan pentingnya legalisasi dan pelembagaan PPSDIM sebagai fondasi utama penataan sumber daya manusia (SDM) di lingkungan persyarikatan.
“Penguatan dan penataan SDM merupakan kunci utama dalam merespons tantangan zaman. Melalui wadah ini, kita tidak hanya fokus pada peningkatan kapasitas keilmuan dan keterampilan personel, tetapi juga penanaman nilai-nilai kepemimpinan serta ideologi Muhammadiyah,” ujar Catur Anang.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa legalitas keberadaan PPSDIM dinilai sangat mendesak demi mewujudkan tata kelola AUM yang semakin unggul, transparan, dan profesional.
“Payung hukum lembaga ini sangat penting agar seluruh program pelatihan, pendampingan, dan standardisasi SDM—termasuk para trainer MTC Wonosalam Jombang—memiliki basis kelembagaan yang kuat. Dengan tata kelola yang terstruktur dan terukur, seluruh AUM di Surabaya, baik di bidang pendidikan, sosial, maupun kesehatan, akan mampu beroperasi secara kompetitif serta memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat,” tambahnya.
Melalui kehadiran PPSDIM, PDM Surabaya optimistis mampu melahirkan kader-kader penggerak dan pengelola AUM yang transformatif, profesional, serta berintegritas tinggi dalam menyokong dakwah persyarikatan. || ferry as
