Pekajangan Jadi Mercusuar Muhammadiyah Jawa Tengah, Bukti Kuatnya Pembinaan Kader

www.majelistabligh.id -

Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, Rozihan, menyebut Muhammadiyah Pekajangan layak disebut sebagai mercusuar Muhammadiyah di Jawa Tengah. Hal tersebut ia sampaikan saat memberikan ceramah dalam acara halalbihalal yang digelar Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan Aisyiyah Pekajangan, Kabupaten Pekalongan, pada Sabtu (19/4/2035) di Masjid At-Taqwa Pekajangan.

“Muhammadiyah Pekajangan merupakan salah satu yang tertua di Indonesia, jadi layak menjadi mercusuar Muhammadiyah di Jawa Tengah. Beberapa amal usahanya tumbuh dan berkembang hingga sekarang,” ujar Rozihan.

Menurutnya, keberhasilan Muhammadiyah Pekajangan terletak pada pembinaan dan sistem perkaderan yang kuat. Ia menyoroti bagaimana estafet kepemimpinan tetap berjalan secara turun-temurun hingga generasi ketiga dan keempat.

“Anak cucu para pendiri masih eksis menjadi pengurus. Biasanya, kalau orang tua dan kakeknya sudah tidak aktif, generasi bawahnya ikut hilang. Tapi di Pekajangan tidak demikian. Ini Muhammadiyah turunan, dan kualitas kader-kadernya tetap terjaga,” tegas Rozihan.

Acara halalbihalal tersebut dihadiri ribuan warga Muhammadiyah dan Aisyiyah dari berbagai penjuru Pekajangan. Antusiasme jamaah terlihat dari penuhnya Masjid At-Taqwa, hingga sebagian jemaah harus mengikuti acara dari halaman dengan beralaskan karpet dan tikar.

Ketua PCM Pekajangan, Abdul Somad, mengatakan kegiatan ini bertujuan mempererat ukhuwah dan meningkatkan peran warga dalam gerakan dakwah Muhammadiyah.

“Kita mengadakan pengajian halalbihalal, insya Allah dihadiri sekitar 1.500 orang. Harapannya untuk mempererat silaturahmi dan menguatkan semangat kebersamaan dalam memberi manfaat untuk umat,” ujarnya.

Abdul Somad juga memaparkan capaian dan perkembangan Muhammadiyah Pekajangan, yang kini telah berusia 103 tahun sejak berdiri tahun 1922.

“Saat ini kami memiliki 16 Pimpinan Ranting, lembaga pendidikan dari playgroup hingga perguruan tinggi, dua rumah sakit, serta jaringan masjid dan musala hampir di setiap gang,” ungkapnya.

Pada periode kepemimpinannya yang kedua ini, PCM Pekajangan tengah mengembangkan amal usaha baru berupa Sekolah Luar Biasa (SLB) Muhammadiyah Pekajangan Lentera Hati, yang menjadi SLB pertama Muhammadiyah di Kabupaten Pekalongan.

“SLB ini terbuka untuk umum. Tahun ini sudah mulai berjalan, meskipun kuota masih terbatas, sekitar 16 anak per tahun,” tambahnya.

Selain bergerak di bidang pendidikan dan kesehatan, Muhammadiyah Pekajangan juga menggeliat di sektor ekonomi kreatif. Baru-baru ini mereka membuka usaha kuliner bernama Plataran Pekajangan, sebuah food court yang berlokasi di kompleks Kampus UMPP dan dikelola oleh Majelis Ekonomi PCM.

“Food court Plataran Pekajangan ini bekerja sama dengan berbagai pelaku usaha kuliner lokal. Setiap Iduladha kami juga aktif menjual hewan kurban sebagai bagian dari gerakan ekonomi umat,” pungkas Abdul Somad.

Acara halalbihalal ini juga dihadiri oleh Wakil Bupati Pekalongan, Sukirman, bersama sejumlah staf dari Pemkab Pekalongan. Pengajian berlangsung dengan khidmat dan penuh kekeluargaan, menjadi simbol kebersamaan dan kekuatan dakwah Muhammadiyah di Pekajangan. (*/tim)

 

Tinggalkan Balasan

Search