Pengabdian Klinik ‘Aisyiyah Sine Menuju Rumah Sakit Pilihan Warga

Peresmian Klinik Aisyiyah Sine, Ngawi, pada Mei 2021 lalu, menjadi awal pengabdian melayani kesehatan warga. (ist)
www.majelistabligh.id -

Suasana riuh nan hangat terasa di Desa Tulakan, Kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi. Di bangku tunggu Klinik Pratama ’Aisyiyah Sine, tampak sejumlah warga duduk dengan tenang menunggu giliran pemeriksaan.

Di sudut lain, beberapa tenaga medis sibuk merawat pasien rawat inap yang tengah memulihkan diri. Kesibukan saban hari ini menjadi bukti nyata bagaimana faskes yang berdiri di lereng utara Gunung Lawu ini kini menjadi sandaran utama kesehatan masyarakat akar rumput.

Sejak beroperasi dan diresmikan oleh Bupati Ngawi, H. Ony Anwar Harsono, pada 30 Mei 2021 lalu, perkembangan klinik ini terbilang sangat pesat. Bermula dari proses perencanaan panjang pada 2018–2019, kini klinik yang melayani pasien 24 jam nonstop setiap hari tersebut tengah memantapkan langkah besar: bertransformasi menjadi Rumah Sakit ‘Aisyiyah.

“Dalam lima tahun berdiri, sudah banyak yang kita lakukan. Respon masyarakat sangat bagus, sehingga akan kita tingkatkan menjadi rumah sakit. Semoga dua tahun mendatang bisa terwujud,” ujar dr. Rhea Auliya Anggraeni, salah seorang dokter penanggung jawab di Klinik ‘Aisyiyah Sine.

Bagi dr. Rhea, dokter lulusan Universitas Diponegoro Semarang ini, mengabdi di klinik tersebut memiliki ikatan emosional tersendiri. Sebagai putri daerah asli Grambe, Sine, ia merasa memikul amanah besar untuk memajukan tanah kelahirannya.

“Ada rasa bangga dan tanggung jawab moril ketika bisa merawat tetangga dan warga di tanah kelahiran sendiri. Semangat inilah yang mendorong kami semua di sini untuk terus memberikan yang terbaik,” ungkap dr. Rhea penuh haru.

dr. Rhea saat menerima penghargaan dari PWA Jatim.
dr. Rhea saat menerima penghargaan dari PWA Jatim.

Layanan medis yang ditawarkan terbilang lengkap untuk ukuran klinik pratama. Mulai dari UGD 24 jam, Poli Umum, Poli Gigi, Rawat Inap, hingga Laboratorium. Kekuatan tim medisnya disokong oleh empat dokter handal—tiga dokter poli umum dan satu dokter poli gigi—serta jajaran perawat yang ramah dan sigap.

Uniknya, tingkat keterisian tempat tidur (bed occupancy rate) di klinik ini sangat tinggi. Fasilitas rawat inap yang menyediakan 12 tempat tidur di dalam 8 kamar hampir setiap hari terisi penuh oleh warga sekitar.

“Seminggu terakhir ini, banyak pasien yang menjalani rawat inap karena penyakit Demam Berdarah (DB),” tutur dr. Rhea menggambarkan tingginya aktivitas pelayanan sehari-hari.

Klinik yang sudah menerima pasien BPJS Kesehatan ini berdiri di atas tanah wakaf seluas 1.255 meter persegi. Tanah ini diwakafkan oleh Keluarga Bapak Muhammad Yusuf atas nama Ibu Enny Yusuf Wachidah Yuniarti pada tahun 2014, dan berhasil disertifikatkan pada 2017 khusus untuk sarana kesehatan masyarakat.

Tak sekadar menunggu pasien datang, Klinik ‘Aisyiyah Sine juga aktif ‘menjemput bola’. Setiap dua bulan sekali, tim kesehatan menggelar bakti sosial kesehatan berkolaborasi dengan Pengajian Ahad Paing di Masjid Al-Manar, Nglencong, Sine.

dr. Rhea Auliya Anggraeni
dr. Rhea Auliya Anggraeni

Semangat melayani dengan hati ini berbuah manis. Pada tahun 2024, klinik ini dianugerahi penghargaan sebagai Klinik Perintis Terbaik oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, serta meraih predikat Klinik Progresif dari Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) Jatim.

Perkembangan pesat ini pun mendapat apresiasi langsung saat Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) PWM Jawa Timur melakukan kunjungan lapangan yang dipimpin oleh Ketua, Mundakir. Ia memuji kekompakan, kebersamaan, dan semangat gotong royong para pengelola di kawasan barat Ngawi ini.

“Keberhasilan amal usaha kesehatan sangat ditentukan oleh sinergi antara pendiri, penyelenggara, dan pengelola. Apa yang terlihat di Sine merupakan contoh nyata persyarikatan yang hidup, saling menopang, dan benar-benar hadir untuk masyarakat,” puji Mundakir waktu itu.

Dengan niat tulus mendekatkan akses kesehatan berkualitas hingga ke pelosok, langkah Klinik ‘Aisyiyah Sine menuju rumah sakit bukan lagi sekadar mimpi, melainkan kepastian yang terus diperjuangkan bersama. || chusnun

 

Tinggalkan Balasan

Search