Pengajian Jamaah 9 PRM Wonorejo Ulas Pentingnya Ilmu

Ustaz Ahmad Riyadi, S.Pd.
www.majelistabligh.id -

Pengajian jamaah sembilan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Wonorejo, Cabang Blimbing, Daerah Sukoharjo dilaksanakan di Gedung TPQ Wonorejo, Rabu (14/1/2026). Kegiatan ini diikuti oleh puluhan jamaah dari berbagai kalangan, mulai dari bapak-bapak, ibu-ibu, anak-anak, yang menunjukkan antusiasme tinggi dalam menuntut ilmu.

Pengajian menghadirkan Ustaz Ahmad Riyadi, S.Pd. dari Pondok Pesantren Ngruki Solo sebagai pembicara. Dalam tausiyahnya, beliau mengangkat tema “Keutamaan Ilmu dan Penjajarannya”, yang menekankan pentingnya ilmu dalam kehidupan seorang muslim.

Ustaz Riyadi menyampaikan bahwa ilmu memiliki kedudukan yang sangat tinggi dalam Islam, sejajar dengan keimanan.

“Hal ini sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an bahwa Allah meninggikan derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan. Dengan ilmu, manusia dimuliakan dan diarahkan pada jalan kebenaran,” terangnya.

Ustaz Riyadi juga menegaskan bahwa ilmu tidak akan datang dengan sendirinya, melainkan harus dicari dengan kesungguhan.

“Ilmu itu sangat luas, bahkan diibaratkan seperti lautan; seandainya lautan dijadikan tinta untuk menuliskan ilmu, niscaya tidak akan pernah cukup,” tambahnya.

Dalam penjelasannya, Ustaz Ahmad Riyadi menguraikan bagaimana Jazirah Arab yang pada masa jahiliah dikenal tidak memiliki peradaban yang maju, kemudian berubah menjadi umat yang mulia dan berpengaruh berkat ilmu yang bersumber langsung dari Nabi Muhammad saw. Dari situlah lahir peradaban Islam yang menjunjung tinggi ilmu pengetahuan.

Islam, lanjutnya, telah melahirkan banyak ilmuwan besar yang karya dan pemikirannya diakui dunia, seperti Al-Biruni dan Ibnu Sina. Hal tersebut menjadi bukti bahwa kejayaan Islam dibangun di atas fondasi ilmu yang kokoh dan tradisi keilmuan yang kuat.

Sebagai penutup, Ustaz Riyadi mengutip perkataan Imam Syafi’i yang masyhur, “Man arāda ad-dunyā fa ‘alaihi bil ‘ilmi, wa man arāda al-ākhirah fa ‘alaihi bil ‘ilmi, wa man arādahumā fa ‘alaihi bil ‘ilmi.” Artinya, “Barang siapa menghendaki kebahagiaan dunia, maka hendaklah dengan ilmu; barang siapa menghendaki kebahagiaan akhirat, maka hendaklah dengan ilmu; dan barang siapa menghendaki keduanya, maka hendaklah dengan ilmu.”

Pengajian ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran jamaah akan pentingnya menuntut dan mengamalkan ilmu dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam keluarga, masyarakat, maupun dalam gerak dakwah dan persyarikatan Muhammadiyah. || Ahmas Nasri (kontributor)

Tinggalkan Balasan

Search