Pengajian Pimpinan Wilayah Kaltim, Menyatunya Hati Anggota Muhammadiyah Bukan Karena Jabatan

www.majelistabligh.id -

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM)  Kalimantan Timur KH. Siswanto menekankan bahwa menyatunya hati para anggota Muhammadiyah adalah semata-mata karena rahmat Allah SWT.

“Bukan karena kekuasaan, bukan karena jabatan. Hanya Allah-lah yang mampu menyatukan hati orang-orang beriman,” tegasnya saat menyampaikan materi pengajian pimpinan tingkat wilayah Kaltim di Aula Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT), Samarinda, Sabtu (21/6/2025).

Pengajian Pimpinan Wilayah Kaltim, Menyatunya Hati Anggota Muhammadiyah Bukan Karena Jabatan
Para unsur pimpinan dan warga Muhammadiyah acara pengajian pimpinan wilayah Kaltim, Sabtu (21/6/2025). (foto:ist)

KH Siswanto menyampaikan materi pemaparan dengan tema “Membangun Sinergi Anggota Pimpinan dalam Mewujudkan Visi Program Muhammadiyah Kaltim”  dengan moderator oleh Ust. Arifin Suparman, Ketua Majelis Tabligh PWM Kaltim.

Tampak hadir dalam kesempatan tersebut i berbagai unsur pimpinan dan kader wilayah Muhammadiyah Kalimantan Timur, yaitu: Ketua dan Anggota PWM Kaltim, Ketua dan Anggota Majelis dan Lembaga PWM Kaltim, Ketua dan Anggota Organisasi Otonom Tingkat Wilayah, Ketua dan Anggota PW Aisyiyah Kaltim beserta seluruh Badan Pembantu Pimpinan, Korps Muballigh PWM Kaltim, Korps Instruktur PWM Kaltim, dan Pimpinan Amal Usaha Muhammadiyah (AUMA) Tingkat Wilayah

Lebih lanjut Kiai Siswanto menyampaikan, orang beriman yang sejati adalah orang yang cerdas, yaitu mereka yang mampu menundukkan hawa nafsunya. Dalam konteks kepemimpinan, hal ini penting agar para pimpinan tidak terjebak dalam ego sektoral dan bisa mengedepankan maslahat umat secara kolektif.

Sementara narasumber kedua, Ust. H. Agus Sukaca, Wakil Ketua PWM Kaltim, menyampaikan materi bertema “Visi dan Tatanilai Muhammadiyah”. Ia menegaskan bahwa masyarakat Islam yang hakiki adalah masyarakat yang dibangun atas dasar keadilan, kejujuran, persaudaraan, gotong royong, dan tolong-menolong yang bersendi pada hukum Allah. Masyarakat tersebut harus bebas dari pengaruh syaitan dan hawa nafsu.

Lebih lanjut, Ust. Agus Sukaca menyebutkan bahwa indikator masyarakat Islam yang sebenarnya adalah masyarakat yang sejahtera, aman, damai, makmur, bahagia, indah, bersih, dan suci dalam lindungan Allah, atau dalam istilah Al-Qur’an disebut sebagai “baldatun thayyibatun wa rabbun ghafûr“.

Kegiatan ini juga mendapat sambutan hangat dari Dr. Musiyam, Rektor UMKT, selaku tuan rumah. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan terima kasih atas kepercayaan PWM Kaltim kepada UMKT sebagai tempat pelaksanaan kegiatan yang strategis ini.

“Kami sangat mendukung dan menyambut baik program pengajian pimpinan ini. Ini akan menjadi ruang konsolidasi intelektual dan spiritual bagi pimpinan Muhammadiyah di Kalimantan Timur. Insya Allah, kami siap menjadi tuan rumah secara rutin setiap hari Sabtu pekan ketiga setiap bulannya,” ujar Dr. Musiyam.

Dengan terselenggaranya pengajian ini, PWM Kaltim berharap semangat kebersamaan, profesionalisme, dan spiritualitas kader dapat terus ditingkatkan guna mempercepat terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya yang adil, berkemajuan, dan membawa rahmat bagi seluruh alam. (*/tim)

Tinggalkan Balasan

Search