Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI ) Kalimantan Tengah, Prof Dr KH. Khairil Anwar, MAg menekankan pentingnya istiqamah dalam menjalani kehidupan beragama baik itu ibadah (mahdhah) maupun dalam ibadah ghairu mahdhah. Ia menyampaikan, seorang muslim harus menjaga keimanan dan konsistensi dalam menjalankan ajaran Islam, bukan hanya di awal saja semangat tapi yang paling penting adalah istiqamahnya (konsisten).
“Ada sahabat yang bertanya kepada Nabi, ajarkan aku satu ajaran yang tidak perlu lagi aku tanyakan kepada orang lain. Nabi menjawab, ‘Katakanlah aku beriman kepada Allah, kemudian istiqamahlah,’” ujar KH. Khairil Anwar di pengajian Ramadan yang diselenggarakan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Pahandut, Kota Palangka Raya, Kalteng, Ahad (8/3/2026).
Istiqamah dalam iman, lanjut KH Khairil Anwar, menjadi dasar bagi seluruh amal perbuatan seorang muslim. Keimanan, menurutnya, harus terus dijaga melalui berbagai amalan seperti dzikir, ibadah, tafakkur, istighfar, serta memohon pertolongan kepada Allah.
KH. Khairil Anwar juga menegaskan pentingnya menjaga istiqamah dalam ibadah agar kehidupan seorang muslim selalu dekat dengan Allah dan terhindar dari perbuatan keji dan kemungkaran. Ia mendorong jamaah untuk membiasakan amalan sederhana seperti memulai aktivitas dengan basmalah serta memperbanyak ibadah sunnah.
Selain itu, ia menekankan bahwa akhlak merupakan identitas utama seorang muslim. Menurutnya, nilai-nilai seperti kejujuran, rasa malu, serta kesadaran bahwa Allah selalu mengawasi setiap perbuatan menjadi fondasi penting dalam membangun akhlak yang baik.
Ia juga mengingatkan pentingnya mengamalkan ilmu yang telah dipelajari. Khairil Anwar menilai ilmu yang tidak diamalkan tidak akan memberikan manfaat, bahkan dapat menjadi pertanggungjawaban bagi pemiliknya di hadapan Allah.
“Jangan hanya belajar lalu menyimpan ilmu. Ilmu harus diamalkan karena kelak akan menjadi amal jariah yang terus mengalir,” katanya.
Di akhir ceramahnya, KH. Khairil Anwar mengajak jamaah untuk terus menebar kebaikan kepada sesama manusia. Ia menegaskan bahwa sebaik-baik manusia adalah mereka yang paling banyak memberi manfaat bagi orang lain.
Melalui kegiatan pengajian, buka puasa serta kegiatan sosial bersama ini, PCM Pahandut berharap semangat dakwah dan kebersamaan warga Muhammadiyah semakin kuat.
Pengajian Ramadan PCM Pahandut di halaman Sekretariat PCM Pahandut di Jalan Ulin No. 27, Kecamatan Pahandu itu dirangkai dengan buka puasa, serta pembagian kado Ramadan (paket sembako) untuk kaum dhuafa dan fakir miskin. Pengajian berlangsung dengan kebersamaan dan kegembiraan
Kegiatan ini menjadi bagian dari agenda dakwah Ramadan PCM Pahandut untuk memperkuat pemahaman keislaman serta mempererat silaturahmi antarwarga persyarikatan.
Ketua PCM Pahandut, Drs. H. Ahmad Wahyu Cahyono, MPd dalam sambutannya menyampaikan Muhammadiyah di tingkat cabang atau kecamatan mengadakan pengajian setiap dua pekan sekali, tepat di Ramadan ini pengajian bulanan kita rangkai dengan buka puasa bersama serta pembagian kado Ramadhan yang dikumpulkan dari para donatur serta berkolaborasi bersama lazisMu kota Palangka Raya.
“Pimpinan Cabang Muhammadiyah Pahandut saat ini memiliki dua ranting, yakni Rating Panarung, Ranting Pahandut Seberang, saat ini juga Amal Usaha Muhammdiyah (AUM) berupa sekolah yang berada di samping sekretariat Pcm Pahandut ini,” ujarnya.
Ia menjelaskan, setiap ada kegiatan PCM Pahandut mengundang kaum dhuafa untuk menerima santunan, bahkan sering kita rangkai juga dengan pengobatan atau sunatan gratis sebagai bentuk kepedulian sosial Muhammadiyah.
“Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk dakwah sosial (nyata) yang dijalankan secara berkelanjutan khususnya untuk masyarakat sekitar,” Ungkapnya
Ahmad Wahyu Cahyono, juga menyebutkan, berbagai organisasi otonom Muhammadiyah telah aktif di wilayah Pahandut. Organisasi tersebut antara lain Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), ‘Aisyiyah, dan Nasyiatul ‘Aisyiyah (NA), yang masing-masing menjalankan berbagai program pembinaan kader. (m fitriani)
