Pengajian RSI PKU Muhammadiyah Palangka Raya, Perkuat Spiritual Pegawai Sambut Ramadan

Pengajian RSI PKU Muhammadiyah Palangka Raya, Perkuat Spiritual Pegawai Sambut Ramadan
www.majelistabligh.id -

Masjid Al Insan lantai III RS Islam PKU Muhammadiyah Palangka Raya, Kalimantan Tengah, menggelar pengajian rutin bulanan pada Ahad (25/1/2026). Kegiatan ini menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi serta pembinaan spiritual dan mental bagi para pegawai, sehingga terbentuk karakter yang baik, meningkatkan ketenangan batin, moral, dan etika kerja.

Pengajian kali ini menghadirkan Ustadz Amanto Surya Langka, Lc., dengan tema “Thaharah dalam Menyambut Ramadan yang Penuh Berkah.” Acara diikuti oleh sekitar 300 jamaah yang memenuhi ruangan masjid.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Direktur RSI PKU Muhamadiyah Palangka Raya dr. Lia Indriana, Drs. Mulyono, M.Pd. selaku Direktur Keuangan, Umum, dan Ke-Muhammadiyahan, para dokter spesialis, para manajer, kepala ruangan, serta seluruh pegawai RS Islam PKU Muhammadiyah Palangka Raya.

Dalam sambutannya, dr. Lia Indriana menyampaikan rasa syukur sekaligus menegaskan komitmen rumah sakit terhadap pembinaan pegawai. Ia menuturkan bahwa Muhammadiyah mendirikan rumah sakit bukan hanya sebagai institusi pelayanan kesehatan, tetapi juga sebagai sarana dakwah, khususnya di bidang sosial dan kesehatan.

Menurutnya, ciri khas RS Islam PKU Muhammadiyah Palangka Raya adalah penguatan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan yang harus dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, seperti salat berjamaah, mengikuti pengajian, serta kegiatan keislaman lainnya.

“Komitmen kita harus meningkatkan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan sehingga apa yang kita lakukan dengan niat ikhlas berbuah pahala oleh Allah SWT, bukan hanya bekerja yang kita lakukan tapi juga mencari rida-Nya, sehingga kita selamat dunia dan akhirat,” ujarnya.

Acara semakin khidmat dengan tausiyah yang disampaikan oleh Ustaz Amanto Surya Langka, Lc yang juga merupakan tokoh mubaligh Muhammadiyah Kalimantan Tengah. Dalam ceramahnya, beliau menjelaskan bahwa dalam Al-Qur’an manusia terbagi menjadi tiga golongan, yaitu orang beriman, orang munafik, dan orang kafir.

Sebagai orang beriman, ketika memasuki bulan suci Ramadan diwajibkan untuk melaksanakan shiyam (puasa) agar menjadi pribadi yang bertakwa. Ia mengingatkan bahwa saat ini umat Islam telah berada di bulan Sya’ban dan sebentar lagi akan menyambut kedatangan bulan suci Ramadan, sehingga diperlukan berbagai persiapan.

“Ibarat sosok tamu yang agung, kedatangan bulan Ramadan disambut dengan perasaan gembira dan suka cita oleh umat Islam di seluruh penjuru dunia. Karena, tamu ini membawa keberkahan dan pengampunan serta berbagai keutamaan lainnya. Setelah sekian lama berpisah, maka tamu yang agung ini ditunggu-tunggu dan dielu-elukan kedatangannya dengan penuh kegembiraan dan kerinduan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ustadz Amanto menegaskan bahwa setiap muslim sudah sepatutnya mempersiapkan diri untuk menyambut Ramadan agar dapat memanfaatkannya secara maksimal melalui ibadah yang optimal, berkualitas, dan berkesinambungan.

“Sebagaimana halnya ketika kita akan menghadapi suatu ujian atau pertandingan, maka tentu kita terlebih dahulu mempersiapkan diri, agar berhasil dalam ujian atau menang dalam pertandingan tersebut. Dalam suatu pertandingan, kita mempunyai target untuk menang. Begitu pula memasuki bulan Ramadan yang akan datang ini, kita harus memiliki target dan berusaha untuk meraih berbagai keutamaan Ramadan. Untuk itu, kita harus mempersiapkan diri mulai dari sekarang sebelum kedatangan bulan Ramadan,” tambah Ustaz Amanto.

Adapun beberapa bentuk persiapan yang perlu dilakukan oleh setiap muslim dalam menyambut bulan suci Ramadan, sebagaimana dijelaskan oleh para ulama. Di antaranya adalah tarkul ma’nam (meninggalkan tidur), tarkul anam (meninggalkan manusia atau uzlah), tarkul tho’am (meninggalkan makanan atau menahan lapar), serta tarkul kalam (meninggalkan banyak bicara dan memperbanyak diam).

“Mari kita sambut kedatangan bulan Ramadan dengan penuh kegembiraan, keimanan dan keikhlasan. Raihlah berbagai keutamaan yang dibawa oleh Ramadan dengan melakukan berbagai amal shalih sesuai sunnah (petunjuk) Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam. Semoga ibadah kita di bulan Ramadan ini diterima oleh Allah ta’ala. Amin..!” tegasnya. (m fitriani – kontributor palangka raya)

 

Tinggalkan Balasan

Search