Penguatan Ideologi dan Akidah, PCM Candi Mantapkan Kader Lewat Baitul Arqam

Penguatan Ideologi dan Akidah, PCM Candi Mantapkan Kader Lewat Baitul Arqam
www.majelistabligh.id -

Rektor Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA), Dr. Hidayatulloh, MSi hadir menyampaikan materi pada kegiatan Baitul Arqam yang diselenggarakan oleh Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPK-SDI) Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Candi Sidoarjo, Ahad (22/2/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan materi tentang Ideologi Berkemajuan dengan arahan yang mendalam dan menggugah semangat kader.

“Hidup-hidupilah Muhammadiyah, jangan mencari kehidupan di Muhammadiyah,” jelasnya. Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur itu mengajak seluruh kader Muhammadiyah untuk menjadikan persyarikatan sebagai ladang amal dan perjuangan, bukan sebagai sarana kepentingan pribadi. Menurutnya, semangat ber-Muhammadiyah harus dilandasi keikhlasan, pengorbanan, serta orientasi dakwah dan tajdid demi kemajuan umat dan bangsa.

Kegiatan Baitul Arqam yang bertempat di SD Muhammadiyah 1 Candi (M1CA) tersebut diikuti oleh 120 peserta yang terdiri dari unsur PCM, PRM, PCA, IPM, Majelis, serta guru-guru SD M1CA. Acara berlangsung dengan penuh semangat kaderisasi dan penguatan ideologi persyarikatan. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi materi, diskusi, dan refleksi yang menjadi bagian penting dalam proses pembinaan kader.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ketua PCM Candi, Ust. Dr. Abror. Dalam sambutannya ia menegaskan, “Kegiatan yang baik itu perlu sedikit dipaksa agar terbiasa.” Pesan tersebut menjadi motivasi bagi seluruh peserta untuk terus membiasakan diri dalam kegiatan pembinaan, pengajian, dan aktivitas persyarikatan sebagai bentuk komitmen ber-Muhammadiyah. Ia juga menekankan bahwa konsistensi dalam mengikuti pembinaan merupakan kunci lahirnya kader yang tangguh dan berintegritas.

Selain Dr. Hidayatullah, hadir pula sebagai pemateri Ust. Dr. Nyong Etis yang menyampaikan materi tentang akidah dan ketauhidan sebagai fondasi utama dalam gerakan Muhammadiyah. Ia menekankan pentingnya kemurnian tauhid serta menjaga keikhlasan dalam beramal sebagai kader persyarikatan. Dalam pemaparannya, ia mengingatkan bahwa kekuatan Muhammadiyah tidak hanya terletak pada amal usaha yang besar, tetapi pada kemurnian niat dan keteguhan akidah para kadernya.

Selanjutnya, materi kedua disampaikan oleh Ust. Dr. Khoiri yang mengangkat tema “Menjadi Kader Muhammadiyah yang Militan.” Dr. Khoiri mengupas pentingnya menjadi kader Muhammadiyah yang militan, yakni kader yang kokoh ideologi, kuat komitmen, serta siap berjuang dengan penuh keikhlasan dan tanggung jawab. Ia menjelaskan bahwa militansi dalam Muhammadiyah bukan berarti keras atau kaku, melainkan istiqamah dalam prinsip, disiplin dalam gerakan, serta siap ditempatkan dan ditugaskan di mana pun demi kepentingan dakwah dan persyarikatan.

Melalui kegiatan Baitul Arqam ini, PCM Candi berharap terwujud kader-kader Muhammadiyah yang memiliki pemahaman ideologi yang kuat, integritas yang tinggi, serta semangat pengabdian yang tulus. Kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar berkelanjutan dalam memperkuat barisan persyarikatan agar tetap relevan, progresif, dan mampu menjawab tantangan zaman dengan semangat Islam Berkemajuan. (*/tim)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Search