Memilih teman yang tepat dapat memiliki dampak besar pada kehidupan kita. Berikut beberapa tips untuk memilih teman yang baik:
Kriteria Memilih Teman
1. Sikap dan Perilaku: Pilih teman yang memiliki sikap dan perilaku yang positif, seperti jujur, setia, dan peduli.
2. Nilai dan Prinsip: Pilih teman yang memiliki nilai dan prinsip yang sejalan denganmu, seperti menghargai kejujuran dan integritas.
3. Kompatibilitas: Pilih teman yang memiliki minat dan hobi yang sama atau serupa denganmu.
4. Dukungan dan Motivasi: Pilih teman yang dapat memberikan dukungan dan motivasi untuk mencapai tujuanmu.
Manfaat Memilih Teman yang Baik
1. Dukungan Emosional: Teman yang baik dapat memberikan dukungan emosional dan membantu mengurangi stres.
2. Pengembangan Diri: Teman yang baik dapat membantu pengembangan diri dan meningkatkan kemampuanmu.
3. Hubungan yang Sehat: Teman yang baik dapat membantu menjalin hubungan yang sehat dan harmonis.
Tips Membangun Hubungan yang Baik dengan Teman
1. Komunikasi yang Baik: Bangun komunikasi yang baik dengan temanmu, seperti mendengarkan dengan aktif dan berbicara dengan jujur.
2. Saling Menghargai: Hargai temanmu dan tunjukkan rasa terima kasih atas kehadirannya dalam hidupmu.
3. Saling Membantu: Bantu temanmu ketika mereka membutuhkan dan tunjukkan kesediaan untuk membantu.
Dengan memilih teman yang baik dan membangun hubungan yang sehat, kita dapat meningkatkan kualitas hidup dan mencapai tujuan yang diinginkan.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَـتَّخِذُوا الَّذِيْنَ اتَّخَذُوْا دِيْنَكُمْ هُزُوًا وَّلَعِبًا مِّنَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَا لْـكُفَّا رَ اَوْلِيَآءَ ۚ وَا تَّقُوا اللّٰهَ اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَ
“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menjadikan pemimpinmu orang-orang yang membuat agamamu jadi bahan ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi kitab sebelummu dan orang-orang kafir (orang musyrik). Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu orang-orang beriman.”
(QS. Al-Ma’idah 5: Ayat 57)
Seseorang akan hidup bersama teman gaulnya.
Jika berteman dengan orang yang sholeh maka terbawa kebaikannya, namun sebaliknya jika ia berteman orang nakal maka akan terbawa pada nilai keburukannya dan bisa menyeretnya ke jurang api neraka.
Maka berhati hatilah memilih dan memilah teman temannya.
1. Jauhi orang orang yang mempermainkan agama
وَقَدْ نَزَّلَ عَلَيْكُمْ فِى الْـكِتٰبِ اَنْ اِذَا سَمِعْتُمْ اٰيٰتِ اللّٰهِ يُكْفَرُ بِهَا وَيُسْتَهْزَاُ بِهَا فَلَا تَقْعُدُوْا مَعَهُمْ حَتّٰى يَخُوْضُوْا فِيْ حَدِيْثٍ غَيْرِهٖۤ ۖ اِنَّكُمْ اِذًا مِّثْلُهُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ جَا مِعُ الْمُنٰفِقِيْنَ وَا لْكٰفِرِيْنَ فِيْ جَهَـنَّمَ جَمِيْعًا
“Dan sungguh, Allah telah menurunkan (ketentuan) bagimu di dalam Kitab (Al-Qur’an) bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir) maka janganlah kamu duduk bersama mereka sebelum mereka memasuki pembicaraan yang lain. Karena (kalau tetap duduk dengan mereka), tentulah kamu serupa dengan mereka. Sungguh, Allah akan mengumpulkan semua orang munafik dan orang kafir di Neraka Jahanam,”
(QS. An-Nisa’ 4: Ayat 140)
2. Jauhi orang orang munafik
اِنَّ الْمُنٰفِقِيْنَ يُخٰدِعُوْنَ اللّٰهَ وَهُوَ خَا دِعُهُمْ ۚ وَاِ ذَا قَا مُوْۤا اِلَى الصَّلٰوةِ قَا مُوْا كُسَا لٰى ۙ يُرَآءُوْنَ النَّا سَ وَلَا يَذْكُرُوْنَ اللّٰهَ اِلَّا قَلِيْلًا
“Sesungguhnya orang munafik itu hendak menipu Allah, tetapi Allah-lah yang menipu mereka. Apabila mereka berdiri untuk sholat, mereka lakukan dengan malas. Mereka bermaksud riya (ingin dipuji) di hadapan manusia. Dan mereka tidak mengingat Allah kecuali sedikit sekali.”
(QS. An-Nisa’ 4: Ayat 142)
3. Penyesalan orang yang salah memilih teman
يٰوَيْلَتٰى لَيْتَنِيْ لَمْ اَتَّخِذْ فُلَا نًا خَلِيْلًا
“Wahai, celaka aku! Sekiranya (dulu) aku tidak menjadikan si fulan itu teman akrab(ku),”
(QS. Al-Furqan 25: Ayat 28)
لَقَدْ اَضَلَّنِيْ عَنِ الذِّكْرِ بَعْدَ اِذْ جَآءَنِيْ ۗ وَكَا نَ الشَّيْطٰنُ لِلْاِ نْسَا نِ خَذُوْلًا
“sungguh, dia telah menyesatkan aku dari peringatan (Al-Qur’an) ketika (Al-Qur’an) itu telah datang kepadaku. Dan setan memang pengkhianat manusia.“”
(QS. Al-Furqan 25: Ayat 29)
