Peran Shahabiyah dalam Perjalanan Hijrah Nabi Muhammad

Peran Shahabiyah dalam Perjalanan Hijrah Nabi Muhammad
*) Oleh : Sigit Subiantoro
Anggota Majelis Tabligh PDM Kabupaten Kediri
www.majelistabligh.id -

Para shahabiyah (sahabat wanita Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam) memainkan peran penting dalam perjalanan hijrah. Mereka tidak hanya menjadi pendukung moral, tetapi juga memberikan bantuan praktis dan perlindungan selama proses hijrah. Peran mereka mencakup penyediaan logistik, menjaga kerahasiaan, serta menjadi teladan dalam keteguhan iman.

Para shahabiyah seperti Asma binti Abu Bakar, berperan penting dalam menyediakan makanan dan minuman bagi Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi sallam alaihi sallam dan Abu Bakar saat bersembunyi di Gua Tdur. Asma bahkan rela membelah selendangnya untuk mengikat perbekalan tersebut, dan mendapatkan julukan “Dzatun Nithaaqain” (wanita pemilik dua ikat pinggang), sebagai tanda penghormatan atas pengorbanannya. Lebih-lebih saat itu Asma sedang hamil.

Asma binti Abu Bakar juga dikenal karena kemampuannya menjaga rahasia hijrah. Ia tidak gentar menghadapi ancaman dan pertanyaan dari kaum kafir Quraisy yang berusaha mencari keberadaan Nabi.

Para shahabiyah memberikan dukungan moral dan semangat bagi kaum muslimin yang berhijrah. Mereka menjadi teladan dalam keteguhan iman dan kesabaran menghadapi ujian.

Perjuangan para shahabiyah dalam hijrah menunjukkan ketaatan mereka kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka bersedia meninggalkan segala yang dimiliki demi memperjuangkan agama Islam.

Ummu Salamah bersama suaminya Abu Salamah pernah hijrah ke Habasyah (Ethiopia) dan kemudian ke Madinah, menunjukkan ketabahan dan kesabarannya dalam berhijrah. Ketika akan hijrah bersama suaminya, Abu Salamah, dia ditahan oleh saudara lelaki suaminya, termasuk anaknya, sementara Abu Salamah berangkat lebih dulu. Bahkan setelah setahun anaknya tetap ditahan, Ummu Salamah berangkat berjalan hijrah seorang diri menuju Madinah yang berjarak sekitar 500 km dari Makkah. Sungguh teladan yang luar biasa.

Keteladanan itu digambarkan dalam AlQuran,

فَا سْتَجَا بَ لَهُمْ رَبُّهُمْ اَنِّيْ لَاۤ اُضِيْعُ عَمَلَ عَا مِلٍ مِّنْكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ اَوْ اُنْثٰى ۚ بَعْضُكُمْ مِّنْۢ بَعْضٍ ۚ فَا لَّذِيْنَ هَا جَرُوْا وَاُ خْرِجُوْا مِنْ دِيَا رِهِمْ وَاُ وْذُوْا فِيْ سَبِيْلِيْ وَقٰتَلُوْا وَقُتِلُوْا لَاُ كَفِّرَنَّ عَنْهُمْ سَيِّاٰتِهِمْ وَلَاُ دْخِلَنَّهُمْ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَ نْهٰرُ ۚ ثَوَا بًا مِّنْ عِنْدِ اللّٰهِ ۗ وَ اللّٰهُ عِنْدَهٗ حُسْنُ الثَّوَا بِ

“Maka Tuhan mereka memperkenankan permohonannya (dengan berfirman), “Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki maupun perempuan, (karena) sebagian kamu adalah (keturunan) dari sebagian yang lain. Maka orang yang berhijrah, yang diusir dari kampung halamannya, yang disakiti pada jalan-Ku, yang berperang dan yang terbunuh, pasti akan Aku hapus kesalahan mereka dan pasti Aku masukkan mereka ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, sebagai pahala dari Allah. Dan di sisi Allah ada pahala yang baik.””
(QS Ali ‘Imran : 195)

Beberapa shahabiyah juga menjadi perawi hadits, termasuk Asma binti Abu Bakar dan Ummu Salamah, meriwayatkan ajaran-ajaran Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, termasuk berkaitan dengan kehidupan rumah tangga dan persoalan perempuan.

Shahabiyah yang lain di antaranya Fatimah binti Khattab, saudara Umar bin Khattab, yang gigih memperjuangkan keislaman keluarganya dan berhijrah.

Rufaidah al-Anshariyah, seorang shahabiyah yang ahli dalam merawat dan mengobati para sahabat yang terluka dalam peperangan, menunjukkan peran shahabiyah dalam bidang medis dan sosial.

Pesan untuk muslimah masa kini, peran para shahabiyah dalam hijrah menjadi inspirasi bagi muslimah masa kini. Mereka mengajarkan pentingnya keteguhan iman, ketaatan kepada Allah, serta peran aktif dalam dakwah dan perjuangan menegakkan Islam. Muslimah masa kini diharapkan dapat meneladani semangat hijrah para shahabiyah dalam berbagai aspek kehidupan, baik dalam keluarga, masyarakat, maupun dalam berdakwah.

Semoga bermanfaat. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Search