Sebanyak 50 mahasiswa Program Studi Magister Administrasi Rumah Sakit (MARS) Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSURA) melakukan kunjungan studi ke Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan (RSML), pada Jumat (12/12/2025).
Kegiatan bertajuk Field Trip Study Tahun Akademik 2025-2026 ini dipusatkan di Auditorium Lantai 3 RSML. Agenda ini bertujuan untuk mendekatkan mahasiswa pascasarjana tersebut dengan praktik nyata manajemen rumah sakit, khususnya dalam pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM) dan logistik farmasi.
Acara dibuka dengan sambutan hangat dari Prof. Dr. Pipit Festi Wiliyanarti, S.KM., M.Kes., Kepala Program Pendidikan Manajemen Administrasi Rumah Sakit UMSURA, yang menekankan pentingnya sinergi antara teori akademis dan implementasi lapangan.
Memasuki sesi inti, para mahasiswa mendapatkan wawasan langsung dari jajaran manajemen RSML. Wakil Direktur Administrasi, SDI & AIK RS Muhammadiyah Lamongan, Rachmat Ardiyanzah Pua Geno, S.KM., M.Kes., mengawali sesi dengan memaparkan profil rumah sakit serta prinsip-prinsip manajemen Sumber Daya Insani (SDI) yang diterapkan di instansi tersebut.
Pembahasan mengenai SDM kemudian dipertajam oleh Ari Kusdiyana, S.KM., M.Kes. Dalam paparannya, Ari mengupas tuntas studi implementasi manajemen SDM, memberikan gambaran bagaimana rumah sakit ini mengelola ratusan tenaga kerjanya secara profesional.
Tak hanya soal kepegawaian, aspek vital pelayanan klinis juga menjadi sorotan, apt. Rully Yuliandhari, S. Farm., M.Farm.Klin, Kepala Bagian Instalasi Farmasi RSML hadir memberikan materi mengenai manajemen farmasi dan logistik obat, Rully menjelaskan alur kompleks pengelolaan obat, mulai dari perencanaan, pengadaan, hingga distribusi yang aman ke pasien.
Suasana forum terlihat hidup saat sesi diskusi dibuka. Para mahasiswa antusias menggali lebih dalam mengenai tantangan manajerial yang dihadapi RSML dan strategi penyelesaiannya.
Usai merampungkan diskusi di auditorium, kegiatan berlanjut dengan peninjauan lapangan. Rombongan mahasiswa diajak turun langsung mengunjungi lokasi pelayanan farmasi dan gudang logistik obat. Di sana, mereka mengamati proses layanan secara real-time, melihat bagaimana standar operasional prosedur (SOP) dijalankan demi menjamin mutu dan keselamatan pasien.
Kunjungan ini diharapkan dapat memperkaya wawasan para calon manajer rumah sakit tersebut, sehingga siap menghadapi dinamika industri kesehatan di masa depan. (Bagus Pribadi)
