Perempuan Berkemajuan: Mencerahkan Semesta Meraih Jannah

Perempuan Berkemajuan: Mencerahkan Semesta Meraih Jannah
*) Oleh : Ubaidillah Ichsan, S.Pd. K. Mdy
Tapak Suci Putra Muhammadiyah (TSPM) Pimda 030 Jombang
www.majelistabligh.id -

​”Account yourselves before you are judged, and weigh your deeds before they are weighed”
​”Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab, dan timbanglah amal kalian sebelum ia kelak ditimbang)”

​Wahai muslimah, saatnya kita ber-muhasabah! Seberapa konsisten kita dalam menjaga hablumminallah (hubungan dengan Allah)? Apakah salat wajib kita khusyuk dan tepat waktu, dan ibadah sunah telah menjadi penopang spiritualitas? Niatkan semua aktivitas, baik di rumah maupun di ‘Aisyiyah, semata-mata mencari ridha-Nya.

​Refleksikan pula peran kita di keluarga. Sudahkah kita menjadi uswatun hasanah (teladan yang baik) bagi suami dan anak? Apakah suasana rumah sudah harmonis, Islami, dan mendukung perkaderan?
Allah SWT berfirman,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
Artinya:
Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat)…” (Qs. Al-Hasyr: 18)

Ayat ini memerintahkan untuk mengoreksi amal di masa lalu demi memperbaiki amal di masa depan (akhirat). Ia menegaskan bahwa muhasabah adalah bagian dari takwa.

Dalam hadis, dari sahabat Ibnu ‘Abbas. dari ‘Aisyah meriwayatkan, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda,
خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لأَهْلِي
Artinya:
Sebaik-baik kalian adalah orang yang paling baik bagi keluarganya. Dan aku orang yang paling baik bagi keluargaku“ (HR. At Tirmidzi No: 3895 dan Ibnu Majah No: 1977)

Hadis ini menegaskan bahwa kualitas keimanan dan akhlak seseorang diukur dari sikapnya terhadap keluarga, menunjukkan betapa pentingnya memperlakukan istri, anak, dan kerabat dengan kebaikan, kasih sayang, serta adil, mencontoh Rasulullah SAW sebagai teladan utama dalam berumah tangga.

​Oleh sebab itu, dengan muhasabah seorang perempuan ‘Aisyiyah dapat menguatkan keimanan pribadi, menciptakan keluarga Islami, dan pada akhirnya, menjadi pribadi berkemajuan yang mencerahkan semesta, serta meraih keberuntungan abadi di akhirat.

Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Search