Memperingati HUT ke-80 Republik Indonesia, SD Muhammadiyah 14 Surabaya mengadakan serangkain kegiatan dan lomba antar siswa. Pada Jum’at (15/8/2025) digelar jalan sehat sebagai bentuk perjuangan kecil dari civitas akademika SD Muhammadiyah 14 Surabaya untuk mencapai kemerdekaan lahir dan batin, seperti semboyan Mensana in Corporesano yang berarti di dalam tubuh yang kuat, terdapat jiwa yang sehat.
“Kegiatan ini bukan sekadar jalan santai, tetapi merupakan bentuk semangat kebersamaan, persatuan, serta upaya kita untuk menjaga kesehatan jasmani dan rohani. Kita mengenang perjuangan para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi kemerdekaan bangsa ini,” ujar Kepala SD Mupalas Smart Qurrota A’yun, S.Pd, M.Pd.
Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan nilai-nilai nasionalisme, kekompakan, dan semangat gotong royong semakin tumbuh dalam kehidupan bermasyarakat.

Mengusung tema dari Pemerintah Republik Indonesia, Qurrota A’yun mengajak agar para siswa bersatu untuk lebih mengokohkan kedaulatan negara guna mencapai kesejahteraan dan kesuksesan di masa depan yang diusung dalam semangat lomba Agustusan.
Lomba-lomba tersebut terbagi menjadi dua kategori, yaitu lomba untuk kelas kecil (kelas 1-3) dan kelas besar (5-6). Lomba untuk kelas kecil di antaranya lomba kelereng melayang yang diadakan pada Senin (11/8/2025). Nama lomba ini cukup menyita banyak tanya, namun ternyata lomba ini adalah lomba kelereng pada umumnya, yaitu membawa kelereng yang ditempatkan di atas sendok, kemudian dibawa menuju garis finish. Siapa cepat, dialah yang jadi juaranya.
Selain itu, terdapat lomba CePaSa. CePaSa adalah singkatan dari Cepat Pasang Seragam. Lomba ini melatih kemandirian peserta didik untuk dapat memakai seragam sendiri setiap hari.
Yang tak kalah seru adalah lomba susuka dan pensil ngambek. Lomba susuka adalah Sumpit Sumpit Kacang. Tak jarang anak-anak latihan memegang sumpit untuk menyumpit kacang dari rumah guna memenangkan lomba ini. Dan lomba pensil ngambek adalah lomba yang membuat anak-anak ngambek (cemberut).
Bagaimana tidak, anak-anak harus cemberut dengan memajukan bibirnya agar dapat mencepit pensil antara bibir dan hidungnya.
Untuk kelas atas, terdapat lomba karet terbang, balon buster, bola ayam dan cup tenaga angin. Lomba-lomba ini cukup membuat para siswa bertanya-tanya, seperti apakah lombanya.
Tak jarang mereka bertanya pada guru kelas mereka tentang cara kerja lomba yang akan mereka laksanakan. Para guru memberikan contoh cara kerja lombanya, kemudian para siswa menjalankan lomba tersebut dengan penuh semangat. Tak jarang, persaingan sengit pun terjadi antar para siswa.
Mereka merancang strategi untuk memenangkan lomba yang diikutinya. Di sela-sela lomba, panitia HUT RI ke-80 juga menyelipkan kegiatan untuk membersihkan dan menghias kelas dengan pernak-pernik merah putih.
Qurrota A’yun berharap, serangkaian kegiatan menjelang peringatan puncak 17 Agustus dapat memupuk semangat nasionalisme, pantang menyerah, disiplin serta tangguh guna mewujudkan Indonesia Emas 2045.
(nanik)
